Berita
Sepanjang 2020, 470 Pekerja Migran Indonesia Meninggal
AKTUALITAS.ID – Sejak Januari hingga Oktober 2020, sudah ada 470 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia dalam kondisi meninggal dunia. Terbanyak ada di Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedangkan yang kembali ke Tanah Air dalam kondisi hidup, ada 169 ribu PMI. Jumlah itu […]
AKTUALITAS.ID – Sejak Januari hingga Oktober 2020, sudah ada 470 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia dalam kondisi meninggal dunia. Terbanyak ada di Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sedangkan yang kembali ke Tanah Air dalam kondisi hidup, ada 169 ribu PMI. Jumlah itu terdiri dari pekerja migran yang pulang karena terlibat masalah hukum, pandemi COVID-19 hingga selesainya masa kerja.
“470 jenazah juga, baik meninggal karena sakit atau bagian menjadi korban kekerasan. Kalau berbicara kantong PMI tentu ada di Jabar, Jateng, Jatim, NTT, NTB, itu daerah terbesar penempatan atau korban sindikat, Banten ada di posisi delapan kantung penempatan atau pengiriman secara ilegal,” kata Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, di BP2MI Kota Serang, Banten, Kamis, (19/11/2020).
Benny mengaku akan memperbaiki pelayanan bagi para PMI, mulai dari penyediaan lounge di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, yang akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 18 Desember 2020 nanti.
Menurutnya, lounge yang biasa dinikmati oleh petinggi negara dan pengusaha, selayaknya juga bisa dirasakan oleh para PMI yang menghasilkan devisa negara mencapai Rp159,6 triliun.
“Yang biasa dinikmati diplomatik dan petinggi negara, bisa juga dinikmati oleh pekerja migran kita. Sedang disiapkan, dikerjakan, diresmikan nanti tanggal 18 Desember oleh presiden,” ujarnya.
Benny menginginkan di masa kepemimpinannya, tidak ada lagi buruh yang terlantar di bandara saat berangkat maupun kepulangannya.
Lounge itu nantinya bisa digunakan para buruh migran untuk menunggu jemputan dari keluarga atau keberangkatan para PMI. Ruang tunggu tersebut diharapkan bisa meminimalisir pemerasan yang disebut oleh Benny, biasa dilakukan oknum tertentu di bandara.
“Tidak boleh ada lagi peristiwa mereka kembali ke Tanah Air di bandara terlantar, tidak ada tempat yang bisa mereka gunakan rehat, menunggu keluarganya menjemput, apalagi mereka mendapatkan pemerasan dari oknum-oknum tertentu di bandara, ini tidak boleh lagi,” katanya.
-
RAGAM15/06/2026 12:00 WIBBBM Baru B50 Siap Diterapkan 1 Juli
-
NUSANTARA14/06/2026 18:30 WIBDedi Mulyadi Gratiskan Sekolah Swasta bagi Puluhan Ribu Siswa di Jawa Barat
-
POLITIK14/06/2026 18:00 WIBPartai Gelora Siapkan Strategi Baru untuk Pemilu 2029
-
OTOTEK14/06/2026 17:00 WIBMenkomdigi Minta Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Lawan Kejahatan Digital
-
OLAHRAGA14/06/2026 17:30 WIBPrediksi Swedia vs Tunisia: Duel Pembuka Grup F Piala Dunia 2026
-
OTOTEK14/06/2026 21:00 WIBWaze Hadirkan Fitur Lampu Merah Saingi Google Maps
-
OTOTEK14/06/2026 19:00 WIBDenny JA Nyatakan Lahirnya Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
-
NASIONAL14/06/2026 20:00 WIBUsai Menang Gugatan, Jusuf Hamka Akan Laporkan Dugaan Pemalsuan Dokumen
















