Berita
PPP: Sikap Demokrat Layangkan Surat Klarifikasi ke Jokowi Tak Sesuai Etika Politik
AKTUALITAS.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyebut terdapat beberapa pihak yang berencana mengkudeta kursi ketua umum Partai Demokrat. Salah satu pihak yang dituding adalah orang lingkaran Istana. Wakil Ketum PPP Arsul Sani angkat bicara mengenai tudingan ke pemerintah. Menurut Arsul, sikap Demokrat melayangkan surat klarifikasi ke presiden Jokowi tidak sesuai […]
AKTUALITAS.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyebut terdapat beberapa pihak yang berencana mengkudeta kursi ketua umum Partai Demokrat. Salah satu pihak yang dituding adalah orang lingkaran Istana.
Wakil Ketum PPP Arsul Sani angkat bicara mengenai tudingan ke pemerintah. Menurut Arsul, sikap Demokrat melayangkan surat klarifikasi ke presiden Jokowi tidak sesuai etika politik.
“Membawa-bawa nama Pak Jokowi dalam persoalan PD tidak tepat, apalagi secara terbuka menyatakan mengirim surat untuk meminta klarifikasi. Dari sisi etika politik buat saya rasanya kurang mengena,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (2/2/2021).
Arsul menyebut, Jokowi telah menegaskan pada para partai pendukungnya bahwa ia bukan pemimpin parpol mana pun. Oleh karena itu, ia menilai surat AHY salah alamat.
“Yang selama ini disampaikan kepada kami-kami partai pendukungnya, Presiden Jokowi menyatakan beliau bukan Ketua Umum partai dan akan selesai menjabat di 2024. Keinginannya hanya satu agar kondusifitas politik terjaga sehingga program pemerintahannya dapat terselesaikan,” terangnya.
Anggota Komisi III DPR itu menilai, persoalan Partai Demokrat saat ini adalah soliditas internal yang tidak kondusif.
“Persoalan soliditas. Artinya setiap muncul ke permukaan masalah yang terkait parpol itu buah dari problem soliditas yang ada di dalam internalnya,” tandasnya.
-
RIAU16/07/2026 12:30 WIBBupati Kasmarni Dukung RSUD Mandau Naik Kelas
-
EKBIS16/07/2026 11:30 WIBHarga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun
-
POLITIK16/07/2026 10:00 WIBGus Ipul Tegaskan Istana Tak Ikut Campur Muktamar NU
-
NASIONAL16/07/2026 07:30 WIBKebakaran Hutan Mojokerto Kian Mengkhawatirkan
-
POLITIK16/07/2026 14:00 WIBAria Bima: Kuota 30 Persen Perempuan Jadi PR Besar Parpol
-
NASIONAL16/07/2026 11:00 WIBMasa Tunggu Haji Dipangkas Jadi 26 Tahun
-
POLITIK16/07/2026 09:00 WIBKIPP Desak MK Evaluasi Putusan Pemisahan Pemilu
-
NASIONAL16/07/2026 13:00 WIBMenko Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Bukan Supermarket

















