Berita
Uni Eropa: Sanksi untuk Rezim Militer di Myanmar Sebagai Jalan Terakhir
Uni Eropa menyatakan pemberian sanksi terhadap militer Myanmar yang melakukan kudeta adalah jalan terakhir jika tekanan melalui seluruh jalur diplomasi dirasa tidak mempan untuk memperbaiki situasi di negara itu. “Kami tidak bisa cuma melihat dan tidak melakukan apapun. Kami akan menggunakan seluruh jalur diplomatik untuk menurunkan ketegangan di Myanmar, tetapi kami menyiapkan sanksi bagi rezim […]
Uni Eropa menyatakan pemberian sanksi terhadap militer Myanmar yang melakukan kudeta adalah jalan terakhir jika tekanan melalui seluruh jalur diplomasi dirasa tidak mempan untuk memperbaiki situasi di negara itu.
“Kami tidak bisa cuma melihat dan tidak melakukan apapun. Kami akan menggunakan seluruh jalur diplomatik untuk menurunkan ketegangan di Myanmar, tetapi kami menyiapkan sanksi bagi rezim militer di Myanmar sebagai jalan terakhir,” ujar Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, menjelang rapat bersama menlu Uni Eropa di Berlin, seperti dilansir Reuters, Senin (22/2).
Rencana Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap junta militer Myanmar bakal diputuskan hari ini. Mereka menggelar rapat di markas Uni Eropa di Brussels, Belgia, dan melakukan telekonferensi bersama dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken.
Menurut Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, pada akhir pekan lalu mengecam kekerasan aparat keamanan Myanmar mengakibatkan dua pengunjuk rasa di kota Mandalay tewas akibat tertembak peluru tajam.
Menurut sumber di Uni Eropa, kemungkinan mereka akan menjatuhkan sanksi bagi sejumlah perwira di angkatan bersenjata Myanmar.
Kudeta yang dilakukan militer Myanmar membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berencana untuk menjatuhkan sanksi.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pada 12 Februari lalu menjatuhkan sanksi kepada Myanmar berupa pembekuan aset senilai US$1 miliar sebagai buntut dari kudeta. Hal itu membuat para jenderal tidak bisa mengakses aset tersebut.
-
EKBIS18/08/2026 10:30 WIBRupiah Melemah ke Rp17.840 per Dolar AS
-
EKBIS18/08/2026 09:30 WIBUsai Libur HUT ke-81 RI, IHSG Tancap Gas Tembus Level 6.466
-
POLITIK18/08/2026 11:00 WIBGeger Pengupas Bawang, Iwan Sumule: Ada yang Sengaja Menjerumuskan Presiden
-
RAGAM18/08/2026 11:15 WIBPolda Riau Bongkar Mata Rantai Emas PETI, Dua Orang Tersangka dan Rp972 Juta Disita
-
EKBIS18/08/2026 11:30 WIBEmas Antam Melejit ke Rp2,695 Juta/Gram
-
DUNIA18/08/2026 12:00 WIBHouthi Tembakkan Rudal Hipersonik ke Laut Merah
-
NASIONAL18/08/2026 14:00 WIBKomisi III Targetkan RUU Rampung Sebelum Desember
-
RAGAM18/08/2026 14:30 WIB18 Agustus Jadi Saksi Penentuan Nasib NKRI

















