Berita
Teliti Omicron, Putin Bakal Kirim Spesialis Virus ke Afsel
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut bahwa negaranya akan mengirim spesialis virus ke Afrika Selatan untuk teliti virus Omicron. Pengiriman ahli tersebut dibarengi dengan rencana mendirikan laboratorium Covid-19, khusus untuk merespons peredaran varian baru virus Corona. Putin membuat kesepakatan via telepon dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan tercatat oleh Kremlin. “Kesepakatan dicapai untuk mengirim sekelompok ahli […]
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut bahwa negaranya akan mengirim spesialis virus ke Afrika Selatan untuk teliti virus Omicron.
Pengiriman ahli tersebut dibarengi dengan rencana mendirikan laboratorium Covid-19, khusus untuk merespons peredaran varian baru virus Corona.
Putin membuat kesepakatan via telepon dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan tercatat oleh Kremlin.
“Kesepakatan dicapai untuk mengirim sekelompok ahli virus, ahli epidemiologi, peneliti dan dokter Rusia, serta laboratorium sanitasi-epidemiologis dan peralatan medis lainnya ke Afrika Selatan dalam waktu dekat,” bunyi pernyataan Kremlin.
Afrika Selatan disebut sebagai muasal kehadiran varian Omicron dua pekan lalu. Penemuan tersebut berbarengan dengan tren kenaikan angka penularan Covid-19 secara global.
Rusia sendiri di awal pandemi dituduh bermain politik dengan bantuan virus. Kritikus mengatakan pengiriman dokter militer dan peralatan medisnya ke Italia dan Serbia dimaksudkan untuk menjilat Eropa.
Negara tersebut tahun lalu mengirim ventilator ke Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump, tetapi peralatan yang ditemukan rusak tidak pernah digunakan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Covid-19 varian Omicron sudah terdeteksi di 57 negara dunia. WHO juga memprediksi pasien rawat inap di rumah sakit kemungkinan akan membeludak seiring meluasnya varian itu.
Menurut data New York Times, varian Omicron terdeteksi di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Islandia, Norwegia, Inggris, Jerman, Spanyol, Italia, Yunani, Prancis, Irlandia, Swedia, Rumania, Chile, Argentina, Brasil, Portugal, Kroasia, Ceko, Austria, Belanda, Finlandia, Latvia dan Swiss.
Kemudian di Arab Saudi, Israel, Kuwait, Uni Emirat Arab, India, Maldive, Sri Lanka, Nepal, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Thailand dan Australia.
Adapun di Afrika, Omicron terdeteksi di Namibia, Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Zambia, Mozambik, Uganda, Nigeria, Ghana, Sinegal, Tunisia, serta Reunion.
Sementara itu, hingga Rabu (8/12) pukul 09.26 pagi, Outbreak info melaporkan jumlah kasus Omicron di dunia mencapai 639 kasus dan belum ada laporan kematian.
(AFP)
-
NUSANTARA16/08/2026 19:00 WIBKorban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 51
-
EKBIS16/08/2026 13:00 WIBPromo Merdeka! BBM Pertamina Diskon Rp450/Liter
-
DUNIA16/08/2026 18:00 WIBChina Mulai Tekan AS di Pasar Chip Memori
-
NASIONAL16/08/2026 11:00 WIBBenda Militer Jatuh Hantam Mobil Warga, TNI AU Minta Maaf dan Langsung Tanggung Jawab
-
NASIONAL16/08/2026 06:00 WIBEddy Soeparno Puji Pidato Prabowo Soal Ekonomi Karbon
-
DUNIA16/08/2026 12:00 WIBBlackout Serempak Guncang 4 Negara
-
NASIONAL16/08/2026 09:00 WIBSosok Susanah yang Dipanggil di Pidato Negara Ternyata Bukan Buruh Pengupas Bawang
-
NASIONAL16/08/2026 10:00 WIBNasDem: Perbaiki SDM & Anggaran MBG

















