Berita
Demo Tolak Revisi UU KPK Meluas, Ini Respons Yasonna
Yasonna menilai tak ada keinginan pemerintah untuk melemahkan KPK.
AKTUALITAS.ID – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menanggapi meluasnya aksi mahasiswa di beberapa kota yang menentang pengesahan evisi Undang-Undang (UU) nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Yasonna menegaskan bahwa revisi UU KPK dilakukan demi memperbaiki beleid tersebut yang memang dianggap perlu ada pembaruan di dalamnya. Menkumham pun mengatakan, pemerintah tidak ada niat untuk melemahkan institusi antirasuah tersebut.
“Itu kan perbaikan, gak ada masalah. Nggak ada keinginan pemerintah untuk melemahkan, itu kan governance saja,” kata Yasonna usai mendampingi Presiden Jokowi menerima kedatangan pimpinan KPK di Istana Merdeka, Senin (23/9/2019).
Menurutnya, pemerintah tetap mendengar aspirasi masyarakat termasuk suara yang disampaikan para mahasiswa hari ini. “Lihat saja nanti,” kata Yasonna saat kembali ditanya mengenai demonstrasi yang semakin meluas.
Ribuan mahasiswa turun ke jalanan di sejumlah kota besar di Tanah Air untuk menuntut ketegasan pemerintah dalam menyikapi sejumlah pembahasan rancangan UU, seperti RUU KUHP dan RUU Permasyarakatan.
Mereka juga menentang pemerintah serta DPR yang telah mengesahkan revisi UU KPK. Sejumlah demonstrasi terpantau terjadi di Yogyakarta, Malang, dan Bandung. [Republika/AW]
-
POLITIK24/07/2026 07:00 WIBPrabowo Tuding Wartawan Londo Ireng
-
NASIONAL23/07/2026 20:30 WIBAbraham Samad: Prabowo Harus Awasi Proses Hukum Dugaan Korupsi Febrie
-
DUNIA23/07/2026 22:00 WIBHouthi Paksa Kapal di Laut Merah Putar Balik
-
EKBIS23/07/2026 21:00 WIBJumhur Hidayat Dorong Perusahaan Bentuk Divisi Biodiversitas dan Perdagangan Karbon
-
NUSANTARA23/07/2026 20:00 WIBTekan Kriminalitas Jalanan, Bandung Terapkan Jam Malam Pelajar dan Patroli Bersenjata
-
NASIONAL23/07/2026 19:30 WIBPBNU Minta Hotman Paris Hormati Wartawan dan Tak Seret Nama Prabowo
-
DUNIA23/07/2026 19:00 WIBMamdani Sebut Tak Punya Kuasa Tangkap Netanyahu
-
DUNIA24/07/2026 08:00 WIBTrump Ancam Serangan Masif ke Iran

















