Berita
Mufida: Waspadai Corona, Jangan Abaikan DBD
AKTUALITAS.ID – Pemerintah tengah serius mengantisipasi wabah Virus Corona (Covid-19) yang terus menyebar. Kendati begitu, pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta tidak mengabaikan perhatian terhadap wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tak kalah serius dampaknya bagi kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat. “Mewaspadai dan serius mengantisipasi serta menangani dampak Virus Corona itu harus. Tapi jangan abaikan […]
AKTUALITAS.ID – Pemerintah tengah serius mengantisipasi wabah Virus Corona (Covid-19) yang terus menyebar. Kendati begitu, pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta tidak mengabaikan perhatian terhadap wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tak kalah serius dampaknya bagi kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat.
“Mewaspadai dan serius mengantisipasi serta menangani dampak Virus Corona itu harus. Tapi jangan abaikan DBD, karena korban DBD sudah jauh lebih banyak dari korban Corona,” tegas anggota komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati saat dihubungi, Rabu (11/3/2020).
Menurut data Kementerian Kesehatan, kata Mufida sejak Januari hingga Maret 2020 kasus DPD tercatat ada 16.099 kasus DBD. Dari jumlah itu, 100 orang di antaranya meninggal dunia.
Sementara kasus Virus Corona di Indonesia hingga 10 Maret tercatat 694 orang yang diperiksa. Dari jumlah tersebut, 26 dinyatakan positif terinfeksi satu orang meninggal dunia dan sisanya negatif.
“Ini nyata-nyata sudah lebih banyak korban akibat DBD daripada Corona. Karena itu, pemerintah juga harus mengambil langkah yang tak kalah seriusnya untuk penanganan DBD dari yang dilakukan terhadap wabah Virus Corona,” jelas wanita yang membidangi Pekerja, Petani dan Nelayan di DPP PKS.
Dirinya menambahkan, Provinsi NTT menjadi daerah terparah, terutama Kabupaten Sikka. Sejak 1 Januari sampai 9 Maret tercatat 1195 kasus DBD di NTT dan pemerintah diminta memberikan perhatian lebih besar.
Laporan kasus-kasus DBD juga bermuncul dari provinsi lain seperti Jawa Barat. Sepanjang Januari hingga Maret 2020, tercatat 15 warga Jabar meninggal karena DBD.
Menurut beberapa narasumber, dengan iklmim tropisnya, Indonesia memang lebih rawan DBD dibanding Covid-19, jelas Mufida
“Covid-19 lebih menonjol di daerah subtropis, terutama di Utara Khatulistiwa. Sebut saja pusat-pusat meledaknya kasus Covid-19 di Wuhan, Italia, Korea Selatan dan Iran,” tutur Mufida.
Mufida menyarankan kepada pemerintah untuk meningkatkan upaya preventif di daerah-daerah yang belum merebak kasus DBD.
“Pastikan juga ketersediaan alat kesehatan, obat serta SDM untuk penanganan DBD, seperti untuk tes DBD, abate, insektisida dan larvasida,” tegasnya.
Sementara untuk daerah dimana sudah merebak kasus DBD, kesiapan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya juga penting ditingkatkan kesiagaannya.
“keseriusan menangani Corona sama pentingnya dalam penanganan bahaya DBD,” tandasnya. [@Kiki_Budi_Hartawan]
-
EKBIS23/03/2026 13:00 WIBUltimatum 48 Jam Trump Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
EKBIS23/03/2026 14:00 WIBSIA Hentikan Penerbangan ke Dubai Sampai 30 April 2026
-
OLAHRAGA23/03/2026 17:00 WIBPembalap Indonesia Veda Ega Ukir Sejarah, Raih Posisi ke Tiga Moto3 Brazil
-
EKBIS23/03/2026 22:00 WIBBPH Migas: Pasokan BBM di Kawasan Bopunjur Terkendali Selama Libur Lebaran
-
NUSANTARA23/03/2026 18:00 WIBSejumlah Pemudik di Hibur Dengan Pertunjukan Musik di “Rest Area”
-
PAPUA TENGAH23/03/2026 19:30 WIBAksi Dramatis SAR Gabungan Selamatkan 8 Korban Kapal Karam di Ganasnya Muara Bokap
-
NASIONAL23/03/2026 19:00 WIBPresiden: Daripada di Korupsi Lebih Baik Untuk Makan Rakyat
-
DUNIA23/03/2026 15:00 WIBMakin Panas! Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 di Selat Hormuz

















