Berita
Masuk Musim Kemarau, Menkopolhukam Ingatkan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan
AKTUALITAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengingatkan soal bahaya kebakaran hutan dan lahan. Memasuki musim kemarau, kejadian kebakaran hutan tidak boleh diabaikan, meski saat ini semua pihak tengah fokus pada penanganan pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Mahfud saat membahas masalah karhutla di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, hari […]
AKTUALITAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengingatkan soal bahaya kebakaran hutan dan lahan. Memasuki musim kemarau, kejadian kebakaran hutan tidak boleh diabaikan, meski saat ini semua pihak tengah fokus pada penanganan pandemi Covid-19.
Hal itu disampaikan Mahfud saat membahas masalah karhutla di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, hari ini.
“Bencana karhutla tidak boleh dilupakan atau diabaikan, misalnya karena kita sekarang ini fokus pada Covid-19. Keduanya harus dihadapi serius,” kata Mahfud di kantor Kementerian LHK, Jakarta, Kamis (2/7/2020).
Mahfud menjelaskan, pemerintah terus memantau wilayah-wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan itu. Pemerintah, kata dia, setiap tahunnya selalu menaruh perhatian terhadap bencana ‘asap’ yang kerap mendapat protes dunia dan negara tetangga. Belakangan, klaim dia, penanganan selalu ada perbaikan tiap tahunnya.
“Jadi bulan ini, tanggal ini rawan di sini. Supaya diantisipasi dari sekarang, jadi itu sudah ada ilmunya semua,” tuturnya.
Di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memetakan itu dari tanggal ke tanggal pergerakan bahaya kebakaran hutan itu ada di lokasi mana. “Dan Polri kemudian BNPB itu juga sudah membuat perencanaan menghadapi itu semua,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, menuturkan bahwa kementeriannya sejak 2015 gencar menurunkan satuan operasi terpadu untuk turun langsung ke lapangan. Salah satu solusi yang dilakukan setiap tahunnya ketika masuk musim kemarau yakni menyiapkan serta menganalisis sejumlah kemungkinan, terkait cuaca dan iklim.
“Pertama, setiap kondisi curah hujan, musim kemarau, sensitivitas terhadap kebakaran itu ada parameter, ada teknologinya. Itu harus ikuti. Juga kualitas udara, kita mesti ikuti, (termasuk) kemudian kita juga bisa ikuti keseimbangan air,” tutur dia.
-
EKBIS26/03/2026 09:30 WIBRupiah Menguat ke Rp16.892 per Dolar AS Pagi Ini
-
PAPUA TENGAH26/03/2026 20:30 WIBIptu Yakobus Resmi Jabat Kasat Resnarkoba Polres Mimika
-
NASIONAL26/03/2026 06:00 WIBDemokrat Tegaskan Anies Tak Diundang ke Halalbihalal SBY di Cikeas
-
FOTO26/03/2026 13:38 WIBFOTO: Penumpang Whoosh Meningkat 11 Persen di Libur Lebaran 2026
-
NUSANTARA26/03/2026 06:30 WIBBiadab! WNA China Diduga Diperkosa dan Dirampok Pria Misterius di Bali
-
NASIONAL26/03/2026 11:00 WIBKPK Bantah Pelanggaran dalam Pengalihan Tahanan Yaqut
-
OASE26/03/2026 05:00 WIBFakta Ka’bah: Dibangun Sejak Zaman Nabi Adam?
-
NASIONAL26/03/2026 16:30 WIBKasus Andrie Yunus Harus Diselesaikan Lewat Peradilan Militer

















