Berita
Sindikat Pengiriman Pekerja Migran , Kepala BP2MI : Musuh Bersama dan Penghianat Republik
AKTUALITAS.ID – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyatakan sindikat pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural adalah musuh bersama. “Ini masalah akut, yaitu sindikat penempatan PMI non prosedural adalah oknum. Kami sepakat sindikat adalah musuh bersama dan penghianat Republik dan merah putih,” tegas Benny saat diskusi dan pertemuan dengan Mitra kerja […]
AKTUALITAS.ID – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyatakan sindikat pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural adalah musuh bersama.
“Ini masalah akut, yaitu sindikat penempatan PMI non prosedural adalah oknum. Kami sepakat sindikat adalah musuh bersama dan penghianat Republik dan merah putih,” tegas Benny saat diskusi dan pertemuan dengan Mitra kerja dan LSM di kantor UPT BP2MI Makasar, Rabu (5/8/2020).
Sesuai arahan Presiden Jokowi, lanjut Benny, sudah sangat tegas untuk menyikat sampai tuntas para sindikat tersebut. Presiden juga telah menegaskan untuk memberikan pelindungan kepada PMI dari ujung rambut hingga ujung kaki.
“Berikan perlakuan hormat kepada mereka, bahkan kita akan siapkan jalur khusus untuk mereka ketika tiba di Bandara saat PMI tiba di tanah air. Negara memang harus hadir untuk PMI,” ujarnya.
Benny menegaskan, bahwa Republik ini satu jengkal pun tidak layak dihuni oleh mereka yaitu para sindikat dan mafia. “Jika aparatur saya terlibat dengan oknum dan sindikat ini. Pasti saya akan tindak tegas. Ini adalah terobosan dan saya harap ini bisa direalisasikan di lapangan demi untuk kebaikan dan kesejahteraan PMI,” katanya.
Sejak mejabat Kepala BP2MI, Ia mengaku banyak menemukan problem akut terkait nasib PMI. Seperti adanya perbedaan data PMI yang berbeda antara data yang dimilki BP2MI dengan data yang dimilki Kementerian/Lembaga terkait. Selain itu, masih adanya praktik ijon rente yang menjerat PMI.
“Harapan dan mimpi PMI sudah dibajak oleh sindikat ijon dan rente ini. Untuk itu, pelindungan harus diberikan kepada mereka baik di mulai sebelum, saat dan sesudah bekerja. Kita juga ingin semua single data terkoneksi sehingga semua K/L memiliki data yang sama tentang data PMI,” ujarnya.
-
NASIONAL07/05/2026 14:00 WIBDensus 88 Tangkap 8 Teroris di Poso & Parigi
-
EKBIS07/05/2026 14:38 WIBMenguji Kepastian Hukum: 14 Tahun Perjuangan 18 Investor Condotel, Putusan MA Menang Namun Eksekusi Masih Terhalang
-
NASIONAL07/05/2026 10:00 WIBPKS Desak Transparansi Harga BBM demi Lindungi Rakyat
-
POLITIK07/05/2026 09:00 WIBTiti Anggraini: Masa Depan Pemilu 2029 Suram
-
EKBIS07/05/2026 09:30 WIBKamis Pagi IHSG Terbang 109 Poin ke 7.201
-
RAGAM07/05/2026 15:30 WIBGaji Orang Indonesia Ternyata Masih di Bawah UMP Jakarta
-
RAGAM07/05/2026 13:30 WIBPeneliti Ungkap Bahaya Baru Mikroplastik di Atmosfer
-
POLITIK07/05/2026 11:00 WIBKPK Ungkap Cara Baru Cegah Money Politics

















