Berita
Azerbaijan Sebut Tentara Bayaran dari Suriah Bantu Armenia
Kementerian Pertahanan Azerbaijan telah mengidentifikasi beberapa korban perang dari pihak Armenia. Kementerian mengungkapkan bahwa di antara korban tersebut diketahui sebagai tentara bayaran. Juru bicara Kementerian Pertahanan Azerbaijan Anar Eyvazov mengatakan beberapa mayat yang ditemukan diyakini sebagai tentara bayaran asal Armenia yang datang dari Suriah. “Pihak Armenia menyembunyikan informasi ini dari komunitas lokal dan internasional,” kata […]
Kementerian Pertahanan Azerbaijan telah mengidentifikasi beberapa korban perang dari pihak Armenia. Kementerian mengungkapkan bahwa di antara korban tersebut diketahui sebagai tentara bayaran.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Azerbaijan Anar Eyvazov mengatakan beberapa mayat yang ditemukan diyakini sebagai tentara bayaran asal Armenia yang datang dari Suriah.
“Pihak Armenia menyembunyikan informasi ini dari komunitas lokal dan internasional,” kata Eyvazov dikutip dari media Turki, Anadolu Agency, Jumat (2/10).
Dia menambahkan tentara Azerbaijan menghancurkan 24 tank dan kendaraan lapis baja milik Armenia. Selain itu 15 sistem anti-pesawat tipe OSA dan 18 kendaraan udara tak berawak (UAV) militer Armenia ikut dihancurkan.
Bentrokan perbatasan meletus Minggu (27/9) pagi. Pasukan Armenia disebut menyerang permukiman sipil Azerbaijan dan basis militer hingga menyebabkan korban jiwa.
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev pada hari Senin (28/9) diketahui telah menandatangani keputusan tentang mobilisasi militer parsial di negara itu.
Parlemen negara itu mengumumkan keadaan perang di beberapa kota dan wilayah menyusul pelanggaran perbatasan Armenia dan serangan di wilayah Karabakh Atas yang diduduki.
Hubungan antara kedua negara bekas Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, yang juga dikenal sebagai Nagorno-Karabakh.
Kalangan internasional telah mendesak penarikan pasukan di wilayah yang diduduki.
Namun kedua negara enggan untuk melakukan pembicaraan damai. Ilkham Aliyev mengatakan kepada saluran TV Rusia, Rossia 1 bahwa negaranya telah berkomitmen untuk merundingkan resolusi tetapi Armenia menghalangi proses tersebut.
“Perdana menteri Armenia secara terbuka menyatakan bahwa Karabakh adalah (bagian dari) Armenia, titik. Dalam hal ini, proses negosiasi seperti apa yang dapat kita bicarakan,” kata Aliev dilansir dari Associated Press.
Di sisi lain, Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan mengatakan sangat sulit untuk berbicara tentang negosiasi ketika operasi militer sedang berlangsung di wilayah tersebut.
“Pada dasarnya kami menganggapnya sebagai perang yang diumumkan kepada rakyat Armenia,” ujar dia.
Hingga kini pertikaian berdarah itu telah menelan hampir 130 korban jiwa. Armenia mencatat 104 kematian tentara dan 23 warga sipil.
-
RIAU11/10/2026 11:30 WIBPergantian Kapolda Riau: Welcome and Farewell Parade Tandai Estafet Kepemimpinan
-
POLITIK11/10/2026 13:00 WIBPengamat: Pemakzulan Wapres Bisa Dilakukan Secara Individual
-
NASIONAL11/10/2026 14:00 WIBBGN Tegaskan Lokasi Penemuan Jenazah Kendal Bukan Dapur SPPG
-
RIAU11/10/2026 09:30 WIBKabaharkam Polri dan TNI Perkuat Sinergi Gerakan Penanaman Sejuta Pohon di Siak Riau
-
POLITIK11/10/2026 11:00 WIBPengamat: RUU Pemilu Diminta Dirombak Total Usai Putusan MK
-
DUNIA11/10/2026 12:00 WIBIran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz
-
POLITIK11/10/2026 09:00 WIBPemakzulan Gibran, Sikap PKB Belum Final
-
EKBIS11/10/2026 10:00 WIBKemenkeu Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Pangan

















