Berita
Yusril Ihza Mahendra: UU Cipta Kerja Bisa Membuat Kekuasaan Presiden Semakin Kuat
AKTUALITAS.ID – Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, muncul kekhawatiran UU Cipta Kerja membuat kekuasaan Presiden semakin kuat. Kekhawatiran itu berasal dari kalangan akademisi dan aktivis sosial. Sebab, UU ini akan mendelegasikan pengaturan terlalu banyak melalui Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden. “Pendelegasian pengaturan yang begitu banyak, menimbulkan kekhawatiran para akademisi akan makin membesarnya […]
AKTUALITAS.ID – Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, muncul kekhawatiran UU Cipta Kerja membuat kekuasaan Presiden semakin kuat. Kekhawatiran itu berasal dari kalangan akademisi dan aktivis sosial.
Sebab, UU ini akan mendelegasikan pengaturan terlalu banyak melalui Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden.
“Pendelegasian pengaturan yang begitu banyak, menimbulkan kekhawatiran para akademisi akan makin membesarnya kekuasaan Presiden yang potensial menabrak asas-asas demokrasi,” ujar Yusril dalam keterangannya, Rabu (4/10/2020).
Yusril mengatakan, membesarnya kekuasaan presiden itu dianggap bertentangan dengan cita-cita reformasi.
“Potensi seperti itu dianggap bertentangan dengan cita-cita Reformasi 22 tahun yang lalu,” ucapnya.
Selain itu, UU Cipta Kerja juga dikritik proses pembentukannya tidak transparan. Omnibus Law dianggap menabrak undang-undang lainnya.
“Sejumlah akademisi dan aktivis sosial juga mengkritik UU yang proses pembuatannya kurang transparan. Pembahasannya terkesan tergesa-gesa sehingga menabrak undang-undang lain,” kata Yusril.
-
NASIONAL29/09/2026 20:00 WIBGercep! Kemensos Selamatkan Bocah 12 Tahun Tak Sekolah
-
NASIONAL29/09/2026 19:00 WIBDPR Desak Napi Lapas Mewah Dikirim ke Nusakambangan
-
JABODETABEK29/09/2026 12:30 WIBMotor Mogok Berujung Saling Tusuk
-
OTOTEK29/09/2026 13:30 WIBSengaja Bikin Bocil Candu, TikTok Dipaksa Bayar Rp 4,7 Triliun
-
POLITIK29/09/2026 16:00 WIBBelum 2029, Golkar Sudah Pasang Kuda-Kuda Kemenangan
-
NASIONAL29/09/2026 17:00 WIBOmbudsman Bongkar Dugaan Pungli Rp150 Ribu di Lapas Cibinong
-
POLITIK29/09/2026 13:00 WIBJokowi Pamer KTA PSI, PDIP: Mending Pamer Ijazah
-
NASIONAL29/09/2026 14:00 WIBDKPP Pecat Ketua Bawaslu Labuhanbatu

















