Berita
Delapan Warga Sipil Tewas Akibat 23 Roket Hantam Kabul Afghanistan
Rentetan tembakan 23 roket menghantam wilayah dengan sistem keamanan tinggi, Zona Hijau, di mana berdiri sejumlah gedung kedutaan besar dan perusahaan besar di Kabul, ibu kota Afghanistan, menewaskan sedikitnya delapan warga sipil dan melukai puluhan orang lainnya pada Sabtu (21/11). Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian menyampaikan, “para teroris” mengangkut roket dengan truk […]
Rentetan tembakan 23 roket menghantam wilayah dengan sistem keamanan tinggi, Zona Hijau, di mana berdiri sejumlah gedung kedutaan besar dan perusahaan besar di Kabul, ibu kota Afghanistan, menewaskan sedikitnya delapan warga sipil dan melukai puluhan orang lainnya pada Sabtu (21/11).
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian menyampaikan, “para teroris” mengangkut roket dengan truk kecil dan menembakkan mereka. Arian mengatakan, penyelidikan tengah dilaksanakan untuk memastikan bagaimana kendaraan tersebut bisa memasuki kota tanpa terdeteksi.
“Berdasarkan informasi awal, delapan orang menjadi korban dan 31 orang lainnya terluka,” jelasnya, dikutip dari Aljazeera, Minggu (22/11).
Juru bicara kepolisian Kabul, Ferdaws Faramarz mengonfirmasi jumlah kematian yang sama.
Afiliasi ISIS di Afghanistan mengklaim menembakkan roket, menurut Kelompok Intelijen SITE. Kelompok bersenjata tersebut melakukan serangan yang sama di masa lalu dan mengklaim bertanggung jawab untuk pembunuhan lainnya di Kabul.
Sejumlah penduduk merekam proyektil diluncurkan dan mengunggahnya di media sosial. Sejumlah foto beredar di Facebook menunjukkan mobil-mobil yang rusak dan sebuah lubang di sebuah bangunan akibat hantaman roket.
Taliban membantah terlibat dalam serangan tersebut, mengatakan mereka tidak melakukan penembakan membabi buta di tempat-tempat publik.
“Serangan roket di kota Kabul tak ada kaitannya dengan mujahidin Emirat Islam (pemerintah yang dibentuk Taliban),” kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
Tembakan roket mengirim bunyi sirene peringatan dari kompleks kedutaan dan insiden ini terjadi dua hari sebelum konferensi utama bantuan untuk Afghanistan di Jenewa, Swiss.
Kementerian Dalam Negeri juga mengatakan dua bahan peledak tempel dilaporkan pada Sabtu pagi, salah satunya menghantam sebuah unit mobil polisi, menewaskan satu anggota polisi dan melukai tiga lainnya.
-
NASIONAL31/07/2026 09:00 WIBEddy Soeparno Dorong Ketahanan Energi Nasional
-
JABODETABEK31/07/2026 08:30 WIBPengendara Vario Tewas Usai Tabrakan Adu Banteng
-
POLITIK31/07/2026 10:00 WIBPegiat Pemilu: DKPP Naik Kelas Demi Jaga Integritas Pemilu
-
JABODETABEK31/07/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Suhu Jakarta Tembus 34 Derajat
-
POLITIK31/07/2026 06:00 WIBPengamat Minta Publik Tak Terlalu Reaktif Survei Dedi Salip Prabowo
-
DUNIA31/07/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Hijau Investor Mulai Borong
-
OASE31/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Ungkap Perjanjian Manusia Sebelum Dilahirkan
-
NASIONAL31/07/2026 11:00 WIBKemenhan Bantah Isu Peserta Diklat Digaji Rp 10 Juta

















