Berita
Peminjam Bandel, Fintech Bangun Data Center Untuk ‘Blacklist’
AKTUALITAS.ID – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) tengah mengembangkan data center perusahaan teknologi pembiayaan (pinjol) untuk meningkatkan kinerja bisnis para anggotanya. Ketua Bidang Humas AFPI Andi Taufan Garuda Putera menjelaskan data center tersebut juga akan digunakan untuk mengantisipasi kredit macet dan mencegah pencairan pinjaman kepada debitur “bandel” yang kerap mangkir membayar tagihan. Ia mengklaim […]
AKTUALITAS.ID – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) tengah mengembangkan data center perusahaan teknologi pembiayaan (pinjol) untuk meningkatkan kinerja bisnis para anggotanya.
Ketua Bidang Humas AFPI Andi Taufan Garuda Putera menjelaskan data center tersebut juga akan digunakan untuk mengantisipasi kredit macet dan mencegah pencairan pinjaman kepada debitur “bandel” yang kerap mangkir membayar tagihan.
Ia mengklaim sudah ada 138 platform yang tergabung ke dalam fintech data center (FDC) dan telah mengumpulkan hingga 6 juta data borrower khususnya pinjaman produktif.
“Kami membangun fintech data center salah satunya berguna untuk melihat mana saja borrower bermasalah dan terkena blacklist oleh salah satu anggota. Jadi, platform lain yang sudah bergabung dalam FDC tidak akan menyalurkan pinjaman ke borrower tersebut,” ucapnya dalam Online Press Club AFPI, Jumat (5/2/2021).
Taufan juga memastikan AFPI terus berupaya menjamin keamanan lender yang menyalurkan investasinya lewat platform fintech peer-to-peer (P2P) lending. Beberapa langkah yang dilakukan di antaranya advokasi, sertifikasi platform anggota AFPI dan SDM di dalamnya, hingga edukasi pasar.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat penting untuk terus dilakukan dan AFPI akan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta dengan lembaga jasa keuangan konvensional dalam hal tersebut.
Pasalnya, hingga kini masih banyak isu-isu miring yang membuat masyarakat khawatir menggunakan pinjol. Dari sisi lender, misalnya, ada kekhawatiran pinjaman diberikan serampangan hingga pinjaman yang digunakan untuk investasi saham.
“Kami diminta bukan sekadar lembaga penyalur pinjaman, tapi punya peran sosial lebih. Makanya, ada rencana memperbanyak penyaluran ke produktif atau UMKM dan ke luar Jawa. Anggota AFPI tidak akan asal menerima borrower,” pungkasnya.
-
NASIONAL25/06/2026 16:47 WIBHarga Pertamax Diprediksi Turun per 1 Juli 2026
-
NASIONAL25/06/2026 17:44 WIBKasus YTR, PPP Minta Negara Hadir Berikan Pendampingan Maksimal
-
NASIONAL25/06/2026 16:16 WIBBahlil Buka Kartu! Ada 120 Sumur Minyak Baru, RI Siap Kurangi Impor BBM
-
POLITIK25/06/2026 17:00 WIBDemokrat 10 Tahun Oposisi Tanpa Main Mata dengan Kekuasaan
-
NASIONAL25/06/2026 21:00 WIBKasus Korupsi PPT Energy Trading, KPK Panggil Mantan Direktur Pelabuhan
-
OLAHRAGA26/06/2026 04:30 WIBUruguay vs Spanyol: Duel Hidup Mati Menuju Babak 32 Besar
-
POLITIK25/06/2026 17:20 WIBPengamat: Pengacara Profesional akan Berpikir Ulang Bela Jokowi dalam Kasus Ijazah
-
FOTO26/06/2026 05:35 WIBFOTO: Menko Infra AHY Pimpin Rapat Tingkat Menteri Bahas Tata Kelola Kebandarudaraan

















