Berita
Busyro Muqoddas Yakin Tak Ada Satupun Pegawai KPK Miliki Fanatisme Terhadap Agama
AKTUALITAS.ID – Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas, meyakini tidak ada satu pun pegawai lembaga antirasuah yang memiliki fanatisme berlebih terhadap agama. Pernyataan itu sekaligus membantah adanya ‘taliban’ di tubuh KPK yang kembali diembuskan seiring peralihan status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ini disampaikannya dalam agenda virtual bertajuk ‘Menilik Pemberantasan Korupsi Pasca […]
AKTUALITAS.ID – Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas, meyakini tidak ada satu pun pegawai lembaga antirasuah yang memiliki fanatisme berlebih terhadap agama.
Pernyataan itu sekaligus membantah adanya ‘taliban’ di tubuh KPK yang kembali diembuskan seiring peralihan status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ini disampaikannya dalam agenda virtual bertajuk ‘Menilik Pemberantasan Korupsi Pasca Tes Wawasan Kebangsaan dan Putusan MK’, Jumat (7/5/2021).
“Tadi saya katakan ada bagan militan taliban. Kuat dugaan itu produk imperium buzzer-buzzer politik dan saya bersaksi bahwa di KPK tidak ada yang namanya fanatisme kelompok agama apa pun baik itu Kristiani, Islam, Hindu maupun Buddha,” ujar Busyro.
Ketua Bidang Hukum, HAM dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah itu lantas menuturkan sejumlah pegawai yang taat dalam beragama. Ia menyinggung penyidik Christian yang tetap menjadi umat Kristiani yang taat. Kemudian jaksa Kadek yang menjadi umat hindu yang taat.
“Kemudian ada Novel Baswedan Cs yang memilih pindah status dari sebagai perwira polisi jadi penyidik KPK. Berkhidmat di KPK untuk fokus kepada KPK,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Busyro juga mengajak masyarakat untuk menggalang dukungan terhadap 75 pegawai lembaga antirasuah yang diisukan akan dipecat karena tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).
“Saya sebagai salah satu alumni pimpinan KPK dan salah satu aktivis pegiat antikorupsi di negeri tercinta ini, melalui kesempatan ini ingin bersama-sama dengan para hadirin, para narasumber, kita selamatkan KPK,” seru Busyro.
“Kita dorong jangan sampai 75 pegawai KPK itu dipecat dengan dalih apa pun juga karena tes wawasan kebangsaan itu tidak memiliki legitimasi moral, legitimasi akademis maupun metodologi,” lanjutnya.
-
NASIONAL29/06/2026 22:00 WIBIndonesia dan Singapura Sepakati Kerja Sama Perlindungan Lingkungan Hidup
-
JABODETABEK29/06/2026 17:45 WIBRespons Video Viral Air Keruh dan Penuh Sampah, Ancol Pastikan Kualitas Air Pantai Dipantau Rutin
-
POLITIK29/06/2026 18:30 WIBRitual Adat Jokowi di Lampung Hanya Strategi Pencitraan Politik dengan PSI
-
NASIONAL30/06/2026 07:00 WIBTB Hasanuddin: Latihan Militer Kopdes Telan Rp30 Juta/Orang
-
POLITIK29/06/2026 19:30 WIBSafari Politik di Basis Gerindra dan Riltual Injak Logo Mirip PDIP, Pengamat: Jokowi Bermain Api
-
JABODETABEK29/06/2026 21:46 WIBBangun Paulus Desak Polisi Buka Kembali Kasus Dugaan Pencurian dan Pertanyakan SP2 Lidik Polres Jakpus
-
NASIONAL29/06/2026 21:00 WIBHakim Tolak Eksepsi Sudewo , Perkara Korupsi Tetap Jalan
-
JABODETABEK30/06/2026 06:30 WIBLayanan SIM Keliling Dibuka di 5 Wilayah Jakarta

















