Berita
Pekan Ini, Arab Saudi Akan Umumkan Penyelenggaraan Haji
Menteri Media Arab Saudi Majid Al-Qasabi mengatakan rencana ibadah haji tahun 2021 akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Saat ini pemerintah Arab Saudi tengah menyelesaikan penilaian mengenai tantangan yang akan dihadapi penyelenggaraan ibadah haji karena Covid-19. “Kami tidak ingin haji tahun ini menjadi episentrum penyebaran penyakit di Kerajaan atau di dunia Muslim,” kata Al […]
Menteri Media Arab Saudi Majid Al-Qasabi mengatakan rencana ibadah haji tahun 2021 akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.
Saat ini pemerintah Arab Saudi tengah menyelesaikan penilaian mengenai tantangan yang akan dihadapi penyelenggaraan ibadah haji karena Covid-19.
“Kami tidak ingin haji tahun ini menjadi episentrum penyebaran penyakit di Kerajaan atau di dunia Muslim,” kata Al Qasabi dalam konferensi pers di Riyadh, mengutip Arab News, Minggu (6/6).
Ia juga mengatakan otoritas Saudi tengah menindaklanjuti perkembangan pandemi Covid-19. Menurutnya menteri haji dan umrah, serta menteri kesehatan akan segera mengumumkan keputusan menyoal ibadah haji tahun 2021.
Kementerian Haji dan Umrah, kata dia, telah bekerja keras untuk meningkatkan layanan di tengah situasi pandemi seperti sekarang.
Menurut dia, pelaksanaan haji tahun lalu, dan mulai dibukanya kembali ibadah umrah secara bertahap sejak Oktober dilakukan setelah ada model penanganan Covid-19 yang dikembangkan otoritas Kerajaan.
Mereka memfokuskan pada teknologi modern dan digitalisasi prosedur untuk menyediakan layanan yang jemaah butuhkan melalui berbagai opsi yang tersedia.
Salah satu wujud pengembangan itu adalah aplikasi Eatmarna. Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna untuk meminta izin, entah itu izin salat, umrah atau izin salat Rawdah di masjid Mekah dan Madinah.
Menurut laporan, lebih dari 20 juta orang merasakan manfaat aplikasi itu. Sebanyak 30 ribu di antaranya, menggunakan layanan dari Pusat Inaya atau perawatan yang melayani jemaah di Mekah dan Madinah.
Kementerian Haji dan Umrah juga menyediakkan layanan transportasi yang aman dengan mendirikan empat tempat untuk mengangkut jemaah ke dan dari Masjidil Haram di Mekah.
Asisten Wakil Sekretariat Kementerian Haji dan Umrah untuk jemaah haji dan umrah, Hesham Abdulmonem Saeed mengatakan model umrah yang aman bertujuan melindungi orang-orang dengan cara mengelola kerumunan bagi mereka yang pergi ke Masjidil Haram melalui slot waktu yang dipesan.
Model itu juga berguna untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada para jemaah melalui penerapan teknik paling modern untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka.
Kata Saaed, pekerjaan melayani jemaah haji merupakan kerja sama yang melibatkan sektor publik, swasta dan sukarela.
“Ada kerja sama berkelanjutan antara Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kepresidenan Dua Masjid Suci dan semua otoritas terkait untuk membantu jemaah dan pengunjung melakukan haji dan umrah dengan mudah.”
-
NASIONAL27/07/2026 18:31 WIBTiga Kali Ganti Pimpinan BGN, Namun Tak Satupun yang Punya Latar Belakang Ahli Gizi
-
POLITIK27/07/2026 21:00 WIBNarasi Prabowo soal “Londo Ireng” Ciptakan Permusuhan dan Anti Demokrasi
-
EKBIS27/07/2026 17:31 WIBProfil Destry Damayanti: Dari Ekonom hingga Pejabat Gubernur Sementara BI
-
RIAU27/07/2026 20:00 WIBNapi Kasus Narkoba Kabur Saat Berobat di Pekanbaru, Tiga Petugas Diperiksa
-
FOTO27/07/2026 21:30 WIBFOTO: Megawati Resmikan Monumen Kudatuli
-
PAPUA TENGAH27/07/2026 18:00 WIBKorupsi Dana Hibah KPU Mimika Rp28 Miliar, Kapolda Papua Tengah Pastikan Tetap Jalan
-
NASIONAL27/07/2026 17:00 WIBKOSMAK Desak Prabowo Bentuk Tim Independen Usut Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
-
NASIONAL27/07/2026 19:30 WIBEffendi Gazali Pertanyakan Legalitas Sekolah Internasional Berlabel SPK

















