Berita
Bersaksi Nabi Muhammad Utusan Allah, Selamatkan Siksa Kubur
Setelah meninggal seseorang akan ditanya beberapa pertanyaan dalam kuburnya. Jika dia bisa menjawab maka dia akan selamat jika tidak dia akan celaka. Salah satu pertanyaan tersebut adalah “Siapa Nabimu?” Tidak ada orang yang bisa menjawabnya kecuali yang diberi taufik oleh Allah untuk melakukan syarat-syarat kesaksian ini semasa hidup. Allah memberikan ketetapan hati dan ilham di […]
Setelah meninggal seseorang akan ditanya beberapa pertanyaan dalam kuburnya. Jika dia bisa menjawab maka dia akan selamat jika tidak dia akan celaka. Salah satu pertanyaan tersebut adalah “Siapa Nabimu?”
Tidak ada orang yang bisa menjawabnya kecuali yang diberi taufik oleh Allah untuk melakukan syarat-syarat kesaksian ini semasa hidup. Allah memberikan ketetapan hati dan ilham di dalam kuburnya sehingga kesaksian ini memberikan manfaat kepadanya di akhirat nanti.
Adapun syarat-syarat tersebut dijelaskan dalam Buku Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir Alquran. Pertama, Muslim mentaati Nabi Muhammad dalam setiap hal yang ia perintahkan dan contohkan. Allah berfirman dalam surat Ali’ Imran ayat 31:
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Masuknya seseorang dalam surga juga tergantung pada sejauh mana ia mengikuti ketaatannya Rasulullah kepada Allah.
Rasulullah berasabda, “Semua umatku akan masuk surga kecuali mereka yang menolak.” Kemudian para sahabat bertanya “Siapakah yang menolak wahai Rasulullah?” Lalu dia menjawab “Siapa saja mentaatiku maka ia masuk surga dan siapa yang tidak taat kepadaku berarti dia telah menolak,” (HR Bukhari).
Selanjutnya syarat kedua adalah mempercayai apa yang Rasulullah sampaikan. Siapa yang mendustakan sesuatu yang telah shahih dari Nabi Muhammad karena keinginan tertentu atau hawa nafsu maka ia telah mendustai Allah dan rasul-Nya. Sebab, Nabi adalah orang yang terpelihara dari kesalahan dan bohong. Allah berfirman dalam surat An-Najm ayat 3:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى
“dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut keinginannya.”
Syarat ketiga adalah seseorang menjauhi apa yang Rasulullah larang, mulai dari dosa paling besar hingga dosa kecil. Keimanan seorang Muslim bertambah sesuai dengan tingkat kecintaannya kepada Rasulullah. Jika imannya bertambah, maka Allah akan menjadikan dia manusia yang selalu melakukan perbuatan sholeh.
Syarat terakhir adalah tidak menyembah selain kepada Allah. Rasulullah bersabda, “Siapa saja melakukan suatu amalan yang tidak ada dasar dari agama kita maka amalan itu tidak diterima,” (HR Muslim).
-
PAPUA TENGAH17/04/2026 07:30 WIBData Dapodik Tidak Akurat, Program Makan Bergizi di Mimika Terhambat
-
POLITIK17/04/2026 16:02 WIBMegawati: Kader Tak Turun ke Rakyat Akan Dievaluasi
-
NASIONAL17/04/2026 18:00 WIBKPK Bongkar Dugaan Pengaturan Lelang di Kemenhub
-
PAPUA TENGAH17/04/2026 06:00 WIBPerkuat Sinergi, Pemkab Mimika dan Keuskupan Timika Susun Peta Jalan Pendidikan Papua Tengah
-
NUSANTARA17/04/2026 06:30 WIBHelikopter Jatuh Ditemukan di Hutan Sekadau Kalbar
-
JABODETABEK17/04/2026 16:30 WIBBanjir Rendam Jakarta Selatan dan Timur
-
EKBIS17/04/2026 11:30 WIBRupiah Melemah Jadi Rp17.157 Per Dolar AS
-
NUSANTARA17/04/2026 08:30 WIBPeternakan Sapi Perah Terbesar Bakal Dimiliki Jawa Tengah

















