Berita
Kronologi Khadijah Mengakui Kerasulan Nabi Muhammad
Setelah menceritakan kepada Waraqa binti Nuafal pendeta Nasrani apa yang terjadi pada suaminya (Nabi Muhammad), Khadijah kembali pulang. Pada saat pulang suaminya masih tertidur pulas dan tampak kelelahan dari posisi tidurnya. “Khadijah pulang, dlihatnya Muhammad masih tidur Dipandangnya suaminya itu dengan rasa kasih dan penuh ikhlas, bercampur harap dan cemas,” tulis Husen Haekal dalam bukunya Sejarah Muhammad. Dalam […]
Setelah menceritakan kepada Waraqa binti Nuafal pendeta Nasrani apa yang terjadi pada suaminya (Nabi Muhammad), Khadijah kembali pulang. Pada saat pulang suaminya masih tertidur pulas dan tampak kelelahan dari posisi tidurnya.
“Khadijah pulang, dlihatnya Muhammad masih tidur Dipandangnya suaminya itu dengan rasa kasih dan penuh ikhlas, bercampur harap dan cemas,” tulis Husen Haekal dalam bukunya Sejarah Muhammad.
Dalam tidur yang demikian itu, tetiba suaminya itu menggigil, nafasnya terasa sesak dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya. Ia terbangun, manakala didengarnya malaikat datang membawakan wahyu kepadanya:
“Orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan. Dan agungkan Tuhanmu. Pakaianmupun bersihkan. Dan hindarkan perbuatan dosa. Jangan kau memberi, karena ingin menerima lebih banyak. Dan demi Tuhanmu, tabahkan hatimu.” (Qur’an 74: 1-7).
Dipandangnya ia oleh Khadijah, dengan rasa kasih yang lebih besar. Didekatinya ia perlahan-lahan seraya dimintanya, supaya kembali ia tidur dan beristirahat.
“Waktu tidur dan istirahat sudah tak ada lagi, Khadijah,” jawabnya.
“Jibril membawa perintah supaya aku memberi peringatan kepada umat manusia, mengajak mereka, dan supaya mereka beribadat hanya kepada Allah.”
“Tapi siapa yang akan kuajak? Dan siapa pula yang akan mendengarkan?” .
Khadijah berusaha menenteramkan hatinya. Cepat-cepat ia menceritakan apa yang didengarnya dari pamannya, Waraqah tadi. Dengan penuh gairah dan bersemangat sekali kemudian ia menyatakan dirinya beriman atas kenabiannya itu.
“Sudah sewajarnya apabila Khadijah cepat-cepat percaya kepadanya. Karena Ia sudah mengenalnya benar,” kata Husen Haekal.
Selama hidupnya laki-laki itu selalu jujur, orang berjiwa besar ia dan selalu berbuat kebaikan dengan penuh rasa kasih-sayang. Dilihatnya betapa besar kecenderungannya kepada kebenaran, dan hanya kebenaran semata-mata.
Ia mencari kebenaran itu dengan persiapan jiwa, kalbu dan pikiran yang sudah begitu tinggi, membubung melampaui jangkauan yang akan dapat dibayangkan manusia. Manusia yang menyembah patung dan membawakan kurban-kurban ke sana.
“Mereka yang menganggap bahwa itu adalah tuhan yang dapat mendatangkan bencana dan keuntungan,” katanya.
Mereka membayangkan, bahwa itu patut disembah dan diagungkan. Wanita itusudah melihatnya betapa benar ia pada tahun-tahun masa tahannuth itu. Juga ia melihatnya betapa benar keadaannya tatkala pertama kali ia kembali dari gua Hira setelah kerasululannnya.
-
OTOTEK02/08/2026 14:00 WIBBRIN Ingatkan Orbit Bumi Makin Padat Ancaman Tabrakan Satelit Mengintai
-
DUNIA02/08/2026 15:00 WIBBelasan Turis Asing Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Peru
-
OASE02/08/2026 05:00 WIBIni Tujuan Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Menurut Al-Qur’an
-
NUSANTARA01/08/2026 22:00 WIBDedi: Oknum Dishub Bekasi Pemeras Sopir Truk Diminta Dipecat
-
NASIONAL01/08/2026 23:00 WIBIstana Bantah Isu Ancaman di Balik Pagar Tinggi Mal
-
JABODETABEK02/08/2026 05:30 WIBMau Liburan Besok Cek Dulu Ramalan Cuaca BMKG
-
DUNIA02/08/2026 00:00 WIBPuing dan Korban Berjatuhan Usai Rudal Rusia Menghantam Kyiv
-
NUSANTARA02/08/2026 13:00 WIBWasit Tarkam Dikeroyok Suporter Laga Langsung Ricuh

















