Berita
China Kecam Sanksi AS terhadap Perusahaan China atas Tuduhan Dukung Rusia
AKTUALITAS.ID – China mengecam keras tindakan Amerika Serikat yang memberlakukan sanksi terhadap 20 perusahaan China atas tuduhan mendukung pembangunan industri militer dan energi Rusia.
Menurut Kementerian Perdagangan China, sanksi semacam itu tidak memiliki dasar hukum internasional dan tidak didukung oleh otoritas dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“China selalu menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional dan otorisasi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” kata juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yadong, dalam sebuah taklimat pers pada Kamis (9/5).
Dia menegaskan bahwa penerapan sanksi AS terhadap perusahaan-perusahaan China atas dugaan keterlibatan dengan Rusia sementara mempertahankan perdagangan dengan Moskow untuk kepentingan Washington merupakan tindakan penindasan dan pemaksaan ekonomi yang tipikal. “AS harus segera menghentikan penindasan yang tidak masuk akal terhadap perusahaan-perusahaan China,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa China akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan negaranya. Dalam konteks ini, China menyerukan kepada AS agar bertindak secara adil dan menghormati prinsip-prinsip perdagangan yang adil dan terbuka. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
DUNIA19/10/2026 15:00 WIBDemo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia
-
JABODETABEK19/10/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Suhu dan Kelembapan Jakarta pada Senin 19 Oktober 2026
-
NUSANTARA19/10/2026 08:30 WIBKemenkes Catat 2.609 Kasus ISPA pada 17 Oktober 2026
-
DUNIA19/10/2026 12:00 WIBHakim Timothy J. Kelly Perintahkan Pemerintah Trump Pertahankan Akses Pers
-
POLITIK19/10/2026 07:00 WIBGolkar Bidik Ambang Batas Parlemen 5 Persen
-
RAGAM19/10/2026 08:15 WIBBukan Sekadar Warehouse Sale, FYP Abby and Gail Ajak Gen Z Kenali Kebutuhan Kulit
-
NASIONAL19/10/2026 06:00 WIBMendikdasmen Abdul Mu’ti: Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Tahun Ajaran 2027/2028
-
POLITIK19/10/2026 11:00 WIBDoli Ungkap Kejanggalan Dokumen PKPU yang Kini Jadi Polemik

















