Berita
China Kecam Sanksi AS terhadap Perusahaan China atas Tuduhan Dukung Rusia
AKTUALITAS.ID – China mengecam keras tindakan Amerika Serikat yang memberlakukan sanksi terhadap 20 perusahaan China atas tuduhan mendukung pembangunan industri militer dan energi Rusia.
Menurut Kementerian Perdagangan China, sanksi semacam itu tidak memiliki dasar hukum internasional dan tidak didukung oleh otoritas dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“China selalu menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional dan otorisasi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” kata juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yadong, dalam sebuah taklimat pers pada Kamis (9/5).
Dia menegaskan bahwa penerapan sanksi AS terhadap perusahaan-perusahaan China atas dugaan keterlibatan dengan Rusia sementara mempertahankan perdagangan dengan Moskow untuk kepentingan Washington merupakan tindakan penindasan dan pemaksaan ekonomi yang tipikal. “AS harus segera menghentikan penindasan yang tidak masuk akal terhadap perusahaan-perusahaan China,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa China akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan negaranya. Dalam konteks ini, China menyerukan kepada AS agar bertindak secara adil dan menghormati prinsip-prinsip perdagangan yang adil dan terbuka. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
FOTO27/05/2026 22:23 WIBFOTO: Ketum AHY Kurban Sapi Limosin untuk Masyarakat Indonesia
-
RAGAM28/05/2026 06:30 WIBCatat! Pemotongan Hewan Kurban Ada Batas Akhirnya
-
NASIONAL28/05/2026 06:00 WIBDPR Akui Putusan MK Perkuat Keterwakilan Perempuan
-
NASIONAL28/05/2026 14:30 WIBPolemik Kurban Presiden Rp100 Miliar, Akademisi: APBN Bukan untuk Ibadah Personal
-
OASE28/05/2026 05:00 WIBAlam Nasroh Jadi Penenang di Tengah Kesulitan
-
JABODETABEK28/05/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Cerah di Hari Cuti Bersama
-
JABODETABEK28/05/2026 09:30 WIBJakarta Siaga Banjir Rob Hingga Awal Juni 2026
-
DUNIA28/05/2026 08:00 WIBIran Tegaskan Tak Akan Diam Usai Serangan AS

















