DUNIA
Tragedi di Balik Bantuan: 130 Warga Gaza Tewas di Lokasi Distribusi Bantuan Israel-AS
AKTUALITAS.ID – Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan lebih dari 130 warga Palestina tewas dan sekitar 1.000 lainnya terluka di lokasi distribusi bantuan Gaza Humanitarian Foundation (GHF), yang diklaim sebagai inisiatif oleh Israel dan Amerika Serikat. Kejadian ini terjadi sejak akhir Mei dan dianggap sebagai bentuk propaganda dan alat penindasan, bukan bantuan kemanusiaan.
Pernyataan dari Kantor Media Gaza menegaskan GHF tidak pernah berpihak kepada rakyat, melainkan digunakan untuk menekan, menimbulkan kelaparan, dan membunuh warga sipil. Mereka menyebutkan bahwa selama hampir 100 hari, Israel menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza secara sistematis.
Dalam dua pekan terakhir, bukti menunjukkan bahwa tim-tim yang disponsori oleh pasukan penjajah melalui GHF menewaskan lebih dari 130 warga sipil yang berusaha mengakses bantuan pangan. Beberapa warga bahkan dijebak ke wilayah yang dikendalikan militer Israel dan kemudian ditembak. Selain itu, laporan menyebutkan adanya penggunaan semprotan merica dan tembakan langsung di lokasi distribusi.
Perusahaan konsultan asal AS, Boston Consulting Group (BCG), yang awalnya terlibat dalam GHF, dikabarkan mundur dari proyek tersebut pada awal Juni, meskipun GHF mengklaim peran mereka relawan. Washington juga berencana mengalokasikan dana besar melalui USAID ke GHF, namun menuai penolakan dari pejabat AS terkait keterkaitan proyek tersebut dengan tingginya angka kematian warga Gaza.
Pejabat Palestina menyerukan agar PBB kembali memegang kendali penuh distribusi bantuan di Gaza, mengingat kapasitas dan prinsip kemanusiaan yang dimiliki organisasi internasional tersebut. Kasus ini menyoroti kejanggalan dan bahaya penggunaan bantuan kemanusiaan sebagai alat kekerasan dalam konflik Gaza. (Mun)
-
NASIONAL07/05/2026 14:00 WIBDensus 88 Tangkap 8 Teroris di Poso & Parigi
-
EKBIS07/05/2026 14:38 WIBMenguji Kepastian Hukum: 14 Tahun Perjuangan 18 Investor Condotel, Putusan MA Menang Namun Eksekusi Masih Terhalang
-
NASIONAL07/05/2026 10:00 WIBPKS Desak Transparansi Harga BBM demi Lindungi Rakyat
-
POLITIK07/05/2026 09:00 WIBTiti Anggraini: Masa Depan Pemilu 2029 Suram
-
EKBIS07/05/2026 09:30 WIBKamis Pagi IHSG Terbang 109 Poin ke 7.201
-
RAGAM07/05/2026 15:30 WIBGaji Orang Indonesia Ternyata Masih di Bawah UMP Jakarta
-
RAGAM07/05/2026 13:30 WIBPeneliti Ungkap Bahaya Baru Mikroplastik di Atmosfer
-
POLITIK07/05/2026 11:00 WIBKPK Ungkap Cara Baru Cegah Money Politics

















