DUNIA
Trump: Gencatan Senjata Hampir Mustahil Diperpanjang
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kecil kemungkinan gencatan senjata dengan Iran akan diperpanjang. Pernyataan ini memicu kekhawatiran bahwa konflik bersenjata antara kedua negara dapat kembali pecah dalam waktu dekat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang telah berlangsung sejak 8 April kemungkinan besar tidak akan diperpanjang.
Dalam wawancara via telepon dengan Bloomberg yang dikutip CNN, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru mengambil kesepakatan yang dinilai merugikan.
“Sangat kecil kemungkinan saya akan memperpanjangnya. Saya tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan buruk. Kita punya banyak waktu,” ujar Trump.
Gencatan senjata tersebut dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4/2026) malam waktu Washington. Trump bahkan secara terbuka mengakui kemungkinan konflik akan kembali terjadi apabila tidak tercapai kesepakatan baru.
“Jika tidak ada kesepakatan, saya tentu memperkirakan itu (perang) akan terjadi,” kata Trump.
Pernyataan ini mempertegas sikap Trump yang sebelumnya dinilai berubah-ubah terkait perpanjangan gencatan senjata. Dalam satu sesi tanya jawab dengan media pekan lalu, ia bahkan memberikan beberapa jawaban berbeda atas isu tersebut.
Di sisi lain, Iran menunjukkan sikap keras. Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator, Mohammad Ghalibaf, menilai Trump tidak serius dalam upaya perdamaian.
Menurutnya, Amerika Serikat justru menggunakan tekanan dan ancaman untuk memaksakan kepentingannya.
“Trump berusaha menjadikan meja perundingan sebagai alat penyerahan diri atau pembenaran untuk kembali menyalakan perang,” tulis Ghalibaf melalui akun X.
Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan berunding di bawah tekanan, bahkan mengklaim pihaknya telah menyiapkan strategi baru jika konflik kembali pecah.
“Kami tidak menerima perundingan di bawah bayang-bayang ancaman,” tegasnya.
Sementara itu, upaya diplomasi masih berlangsung. Delegasi Amerika Serikat dilaporkan telah bertolak menuju Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan.
Gedung Putih mengonfirmasi Wakil Presiden JD Vance akan memimpin delegasi tersebut, didampingi utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff serta Jared Kushner.
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa untuk saat ini belum ada rencana melanjutkan perundingan dengan AS.
Dengan tenggat waktu gencatan senjata yang semakin dekat dan posisi kedua pihak yang masih saling berseberangan, peluang tercapainya kesepakatan damai tampak semakin tipis. Situasi ini meningkatkan risiko pecahnya kembali konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran. (Mun)
-
NASIONAL20/04/2026 21:00 WIBPanglima TNI Sinergikan TNI dan Pemda untuk Percepatan Pembangunan di Daerah
-
NUSANTARA20/04/2026 23:00 WIBDua Anggota KKB Kodap XXXV Bintang Timur di Oksibil Berhasil Ditangkap
-
RAGAM20/04/2026 19:30 WIBPenghargaan Nasional Film Pendek, Berhasil Diraih Desa Selebung Lombok Tengah
-
JABODETABEK21/04/2026 07:30 WIBPraktis! Perpanjang SIM A dan C di 5 Lokasi Ini
-
NASIONAL20/04/2026 18:30 WIBMasyarakat Dihimbau Laporkan Kejahatan Terkait Haji Lewat Hotline
-
NASIONAL21/04/2026 06:00 WIBEddy Soeparno: Langkah Prabowo Soal MBG Sudah Tepat
-
DUNIA20/04/2026 19:00 WIBKorut Uji Coba Luncurkan Lima Rudal Balistik Taktis
-
NUSANTARA21/04/2026 06:30 WIBSatgas Cartenz Tangkap 2 Anggota KKB di Oksibil Tanpa Perlawanan

















