DUNIA
NATO Pertimbangkan Operasi di Selat Hormuz
AKTUALITAS.ID – Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali meningkat setelah NATO dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi operasi pengawalan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling vital di dunia. Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran blokade berkepanjangan oleh Iran yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global.
Mengutip laporan Bloomberg, seorang pejabat senior NATO menyebut operasi tersebut bisa saja dilakukan apabila situasi di Selat Hormuz tidak membaik hingga melewati Juli 2026.
Isu keamanan Selat Hormuz diperkirakan akan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan para pemimpin NATO pada 7–8 Juli mendatang. Negara-negara anggota dilaporkan khawatir bahwa gangguan berkepanjangan di jalur tersebut dapat memicu lonjakan harga energi dan krisis pasokan global.
“Arahan politik hadir lebih dulu, dan kemudian rencana formal terjadi setelah itu,” ujar Komandan Koalisi Tertinggi Eropa NATO, Jenderal Alexus Grynkewich, dalam konferensi pers, saat ditanya soal kemungkinan operasi maritim. “Apakah saya memikirkan itu? Tentunya.”
Di luar NATO, sejumlah negara juga disebut mulai mempercepat langkah diplomatik dan militer. Sebuah koalisi yang dipimpin Prancis dan Inggris dilaporkan tengah menyiapkan rencana kontinjensi untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz setelah konflik mereda.
Sementara itu, Iran sebelumnya telah mengumumkan pembentukan otoritas baru yang bertugas mengatur lalu lintas di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut informasi terkait operasi di selat strategis itu akan terus diperbarui melalui platform publik.
Meski demikian, struktur dan kewenangan lembaga baru tersebut belum dijelaskan secara rinci. Pejabat parlemen Iran sebelumnya juga menyebut adanya mekanisme pengaturan lalu lintas kapal yang disertai skema biaya layanan bagi kapal komersial tertentu.
Ketegangan semakin meningkat setelah serangkaian serangan dan blokade yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari. Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman menjadi titik krusial karena dilalui sebagian besar ekspor minyak dan gas dunia.
Gangguan di wilayah ini telah memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi, sementara upaya gencatan senjata yang sempat dimediasi belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang. NATO kini berada dalam posisi siaga untuk merespons kemungkinan eskalasi lebih lanjut di jalur laut strategis tersebut. (Mun)
-
NASIONAL07/07/2026 07:00 WIBHeboh! Anak Menteri PU Masuk Rombongan Kunker ke New York
-
NASIONAL07/07/2026 13:00 WIBFernando Emas Desak Dody Hanggodo Minta Maaf
-
RIAU07/07/2026 00:30 WIBBupati Tutup Bengkalis Durian Fest 2026, Dorong Durian Lokal Jadi Destinasi Wisata
-
JABODETABEK07/07/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Kondisi Cuaca Jakarta 7 Juli 2026
-
NASIONAL07/07/2026 14:47 WIBKejari Jabar Diminta Usut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Helikopter oleh KPU
-
OASE07/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bahas Perjuangan Ibu Melahirkan
-
RAGAM07/07/2026 14:30 WIBErupsi Anak Krakatau Hantam Wisata Selat Sunda
-
NASIONAL07/07/2026 19:44 WIBLonjakan Harta Zita Anjani, AHY, dan Ibas di LHKPN Berujung Desakan Audit dan Laporan ke KPK

















