POLITIK
Jokowi Sulit Lepas dari Politik karena Masa Depan Keluarga
AKTUALITAS.ID – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai aktivitas safari Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke sejumlah daerah setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara sulit dipisahkan dari kepentingan politik. Pasalnya, kegiatan itu disebut sebagai agenda silaturahmi, sejumlah unsur di dalamnya menunjukkan adanya pesan politik.
“Maunya disebut silaturahmi, tetapi yang didatangi kampanye di depan orang-orang partai,” kata Ray melalui kanal YouTube Kanal SA, Selasa (7/7/2026).
Menurut Ray, seorang mantan presiden memiliki sejumlah pilihan peran setelah meninggalkan jabatan, salah satunya mengambil posisi sebagai negarawan yang memberikan pandangan mengenai isu kebangsaan secara luas.
“Politisi negarawan itu setelah lengser hanya memberi nasihat soal kebangsaan yang bersifat makro, bukan berhubungan dengan urusan partai,” ujarnya.
Namun, Ray menilai Jokowi belum mengambil posisi tersebut karena masih memiliki keterkaitan dengan kepentingan politik keluarga. Serta aktivitas politik Jokowi masih berhubungan dengan upaya menjaga popularitas dan elektabilitas anggota keluarganya yang terjun ke dunia politik.
“Anak-anaknya bergantung pada dirinya. Elektabilitas anaknya, popularitas anaknya tergantung pada dirinya, termasuk menantunya Bobby Nasution. Jadi turun popularitasnya, anaknya kena. Naik popularitasnya, anaknya juga kena,” jelas Ray.
Kondisi tersebut, kata Ray membuat Jokowi memiliki alasan untuk tetap menjaga eksistensi di ruang publik politik. Karena seorang tokoh nasional dapat memberikan dampak terhadap citra politik pihak lain yang memiliki hubungan dekat dengannya.
Ray menilai pilihan antara menjadi negarawan atau politisi aktif memiliki konsekuensi masing masing. Jika seorang mantan presiden mengambil peran sebagai negarawan, aktivitasnya lebih banyak berkaitan dengan gagasan kebangsaan dan kepentingan publik secara luas.
“Apabila tetap terlibat dalam aktivitas politik praktis, publik akan melihat langkah tersebut sebagai bagian dari kepentingan politik tertentu,” bebernya.
-
POLITIK13/07/2026 17:17 WIBPengamat Mendukung Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi
-
OASE13/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Sebut Orang yang Mengingkari Kitab Allah Tersesat
-
NASIONAL13/07/2026 09:00 WIBPresiden Prabowo Suruh Warga yang Anggap Indonesia Suram untuk Pindah Negara
-
POLITIK13/07/2026 16:23 WIBSatu Tahun Putusan MK, 30 Wamen Masih Betah di Kursi Komisaris BUMN
-
POLITIK13/07/2026 06:00 WIBMPR Belum Tutup Pintu Perubahan Konstitusi
-
NUSANTARA13/07/2026 07:30 WIBKisah Gadis 15 Tahun di Sampang Diperkosa Bergilir 4 Bulan
-
NASIONAL13/07/2026 14:00 WIBMendagri Minta Pemda Percepat Verifikasi, Maruarar Perkuat Sinergi Agar Program Bedah Rumah Tepat Sasaran
-
POLITIK13/07/2026 10:00 WIBGolkar: DIM RUU Pemilu Belum Ada

















