Connect with us

EKBIS

Kemarin Pesta Poin, IHSG Hari Ini Langsung Ambruk 40 Poin

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi (9/4/2026). Setelah sehari sebelumnya melonjak tajam, indeks pasar saham Indonesia tersebut langsung terkoreksi sekitar 40 poin pada menit-menit awal perdagangan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan Kamis dengan pergerakan di zona merah. Data perdagangan menunjukkan IHSG turun 40,74 poin ke level 7.238,46 dari posisi penutupan sebelumnya di 7.279,20.

Pada pukul 09.24 WIB, IHSG tercatat melemah 0,89 persen ke posisi 7.214. Koreksi ini terjadi setelah indeks sehari sebelumnya mencatat lonjakan signifikan sebesar 4,42 persen atau naik 308 poin.

Sepanjang awal sesi perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.244,82 dan terendah 7.191,58.

BACA JUGA  Sempat Tersungkur, IHSG Tancap Gas ke 5.950

Tekanan jual terlihat cukup dominan di pasar. Sebanyak 331 saham tercatat melemah, sementara 209 saham menguat dan 184 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan saham juga terbilang cukup tinggi. Total frekuensi transaksi tercatat 478.218 kali, dengan volume perdagangan mencapai 6,6 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp3,5 triliun.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor saham bergerak di zona merah. Sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,25 persen, diikuti sektor industri yang melemah 1,03 persen dan sektor kesehatan yang turun 0,79 persen.

Selain itu, sektor keuangan juga terkoreksi 0,62 persen, sektor bahan baku turun 0,55 persen, serta sektor konsumer non-siklikal yang melemah 0,51 persen. Sementara sektor properti dan teknologi turut mengalami penurunan masing-masing 0,44 persen dan 0,29 persen.

BACA JUGA  Optimisme Pasar Menguat, IHSG Lanjutkan Tren Positif ke 8.053 Dipicu Kejutan BI Rate

Di sisi lain, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yakni sektor consumer siklikal yang naik tipis 0,10 persen serta sektor transportasi.

Beberapa indeks saham utama turut mengalami penurunan. Indeks LQ45 melemah 0,64 persen ke level 728, indeks JII turun 0,53 persen ke posisi 495, indeks IDX30 melemah 0,68 persen menjadi 396, dan indeks MNC36 terkoreksi 0,70 persen ke level 310.

Salah satu saham yang menjadi perhatian pasar adalah saham perusahaan tambang Bumi Resources Tbk. Saham emiten berkode BUMI tersebut turun 1,59 persen ke posisi Rp248 per saham.

Saham BUMI sempat diperdagangkan di kisaran harga tertinggi Rp250 dan terendah Rp244 per saham dengan frekuensi transaksi mencapai 17.068 kali. Nilai transaksi saham ini tercatat sekitar Rp292,4 miliar.

BACA JUGA  IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Meski Tekanan Jual Asing Masih Tinggi

Pelaku pasar saat ini juga mencermati sejumlah sentimen eksternal dan domestik, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berada di kisaran Rp17.010 per dolar AS.

Selain itu, investor tengah menunggu rilis laporan keuangan emiten kuartal pertama 2026 serta perkembangan harga komoditas global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar saham.

Dengan volatilitas pasar yang masih tinggi, para analis mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati serta memperhatikan level support IHSG dan pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak utama indeks. (Firmansyah/Mun)

TRENDING