Connect with us

EKBIS

Waduh! IHSG Ambles di Pembukaan Pagi Ini

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan pagi ini, Rabu (22/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat terjun ke zona merah di level 7.528,343 pada awal pembukaan.

Meski dibuka tertekan dengan koreksi sebesar 31,04 poin dari penutupan sebelumnya (7.559,38), IHSG menunjukkan upaya perlawanan. Memasuki 10 menit pertama perdagangan, asa rebound mulai terlihat dengan penguatan tipis 0,02% ke posisi 7.560.

Hingga pukul 09.15 WIB, data RTI mencatat IHSG berupaya bangkit dengan kenaikan tipis 0,384 poin (0,01%) ke level 7.559,764. Selama sesi awal, indeks bergerak fluktuatif di rentang tertinggi 7.578,05 dan level terendah di 7.523,54.

Volume perdagangan tercatat mencapai 7,89 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp2,81 triliun. Frekuensi transaksi terpantau padat sebanyak 497.924 kali. Secara sektoral, sebanyak 346 saham terpantau menguat, sementara 203 saham melemah dan 186 saham stagnan. Namun, indeks saham LQ45 justru terpangkas 0,63% ke posisi 738,98.

Para pelaku pasar hari ini mencermati sejumlah sentimen krusial baik dari dalam maupun luar negeri. Dari domestik, kebijakan suku bunga acuan dan dampak keputusan MSCI (Morgan Stanley Capital International) menjadi sorotan utama yang memengaruhi aliran modal asing.

Sementara dari pasar global, perhatian tertuju pada hearing calon Chairman The Fed yang baru, Kevin Warsh. Selain itu, perkembangan eskalasi perang di tingkat internasional turut menambah ketidakpastian pasar yang memicu sikap hati-hati dari para investor.

Meski menunjukkan upaya penguatan secara harian, performa IHSG secara jangka menengah masih dalam tekanan berat. Secara mingguan, indeks tercatat melemah 0,76%. Tekanan lebih terlihat pada periode tiga bulanan yang anjlok hingga 15,24%, serta koreksi sebesar 6,81% dalam enam bulan terakhir.

Sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YTD) 2026, IHSG telah terdepresiasi sebesar 12,51%. Penurunan ini mencerminkan tantangan berat ekonomi makro yang dihadapi pasar modal Indonesia sepanjang tahun ini.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Periksa kembali fundamental perusahaan sebelum bertransaksi. (Firmansyah/Mun)

TRENDING