JABODETABEK
Terkuak! Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Diduga Dipicu Bullying
AKTUALITAS.ID – Fakta baru mulai terungkap dalam kasus penembakan yang menewaskan anggota Ditpoludara Polri di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Penyidik menduga aksi penembakan tersebut dipicu persoalan perundungan atau bullying yang dialami pelaku.
Dugaan itu disampaikan kuasa hukum keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, usai memperoleh penjelasan dari penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2026).
Menurut Petrus, berdasarkan keterangan penyidik, tersangka diduga menyimpan kemarahan akibat sering mengalami perundungan dari rekan-rekan korban. Namun ironisnya, amarah tersebut justru dilampiaskan kepada korban hingga berujung tragedi maut.
“Penjelasan penyidik bahwa pelaku ini melampiaskan kemarahan kepada korban. Menurut penyidik, teman-teman seangkatan korban sering mem-bully tersangka. Jadi bukan almarhum yang mem-bully, tetapi teman-temannya,” ujar Petrus.
Pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya baru dalam kasus ini. Sebab berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga korban, korban disebut tidak termasuk pihak yang melakukan perundungan terhadap tersangka.
“Ini yang menjadi tanda tanya. Seharusnya kalau memang marah akibat bullying, kemarahan itu kepada orang yang mem-bully. Tetapi informasi dari penyidik, teman-teman almarhum yang sering mem-bully pelaku,” lanjutnya.
Meski demikian, penyidik hingga kini masih terus mendalami bentuk perundungan yang diduga dialami tersangka. Berbagai alat bukti terus dikumpulkan, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian.
Petrus mengatakan pihak kepolisian menjamin proses penyidikan dilakukan secara profesional dan berdasarkan bukti yang akurat.
“Penyidik menyampaikan kepada kami agar mempercayakan proses ini karena seluruh penanganannya dilakukan secara profesional dan didukung bukti-bukti yang sangat akurat, termasuk CCTV,” katanya.
Selain menelusuri motif, penyidik juga masih mendalami asal-usul senjata laras panjang yang digunakan dalam penembakan tersebut. Hingga saat ini, baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara itu, yakni Bharada Andika Rahmadani.
Kasus ini bermula ketika anggota Ditpoludara Polri, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, tewas akibat ditembak juniornya sendiri di Mako Polairud Pondok Cabe pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Pasca kejadian, Bharada Andika langsung diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan penyidik masih terus mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara terang.
“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Budi.
Kasus penembakan sesama anggota Polri ini menjadi sorotan luas karena terjadi di lingkungan institusi sendiri. Dugaan adanya faktor bullying kini menjadi salah satu fokus utama penyidikan, meski polisi menegaskan motif pasti penembakan masih terus didalami melalui pemeriksaan saksi, bukti elektronik, serta rekaman CCTV di lokasi kejadian. (Kusuma/Mun)
-
DUNIA19/10/2026 15:00 WIBDemo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia
-
RIAU19/10/2026 17:48 WIBPolda Riau Berhasil Lakukan Pengungkapan 47 Kg Sabu di Pekanbaru
-
NUSANTARA19/10/2026 12:30 WIBBocah Berkebutuhan Khusus Disiksa Sampai Mati di Teras Rumah Sendiri
-
NUSANTARA19/10/2026 14:30 WIBDPRD DIY Tolak Gaji PNS Lewat Koperasi
-
NASIONAL19/10/2026 14:00 WIBDua Kali Tumbang di Pengadilan, Menteri HAM Lawan Balik ke MA
-
JABODETABEK19/10/2026 19:29 WIBDua Saksi Bank Ungkap Aliran Dana Rp80 Juta dari VL ke Bangun Paulus
-
Berita20/10/2026 07:00 WIBBahlil Bantah Kuota BBM Dipangkas
-
OTOTEK19/10/2026 13:30 WIBSegera Matikan Fitur Ini Kalau Tak Mau M-Banking Dibobol Begal Digital

















