NASIONAL
Janji Lagi, KPK Sebut Tersangka Korupsi Kuota Haji ‘Dalam Waktu Dekat
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memberikan sinyal akan segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan. Kasus yang disebut-sebut merugikan negara hingga lebih dari Rp1 triliun ini telah memasuki tahap akhir penyelidikan, setelah serangkaian pemeriksaan saksi dan penggeledahan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan pihaknya akan segera mengumumkan nama-nama yang bertanggung jawab atas skandal ini. “KPK segera menyampaikan update penyidikannya, termasuk menyampaikan pihak-pihak siapa saja yang bertanggung jawab dan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Budi di kantornya, Selasa (16/9/2025).
Penyidikan kasus ini menggunakan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) umum, yang berarti penetapan tersangka dilakukan setelah proses penyelidikan mendalam. Sejumlah saksi penting telah diperiksa, termasuk mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, pejabat Kementerian Agama, hingga pemilik agen perjalanan haji. Bahkan, KPK telah mengeluarkan surat larangan bepergian ke luar negeri untuk Yaqut dan dua orang lainnya.
KPK juga telah melakukan penggeledahan di berbagai lokasi, mulai dari rumah pribadi Yaqut hingga kantor agen perjalanan. Hasilnya, penyidik menyita berbagai barang bukti, termasuk dokumen, bukti elektronik, bahkan kendaraan. Untuk menelusuri aliran uang, KPK menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Ini bukan kali pertama KPK menjanjikan pengumuman tersangka dalam kasus ini. Sebelumnya, janji serupa pernah disampaikan oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto pada 17 Agustus, dan Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu pada 10 September.
Dengan total kerugian negara yang ditaksir mencapai lebih dari Rp1 triliun, kasus ini menjadi salah satu yang paling disorot publik. KPK berjanji akan memberikan informasi secara rinci saat pengumuman tersangka dilakukan nanti. (Ari Wibowo/Mun)
-
NASIONAL25/06/2026 16:47 WIBHarga Pertamax Diprediksi Turun per 1 Juli 2026
-
NASIONAL25/06/2026 17:44 WIBKasus YTR, PPP Minta Negara Hadir Berikan Pendampingan Maksimal
-
NASIONAL25/06/2026 16:16 WIBBahlil Buka Kartu! Ada 120 Sumur Minyak Baru, RI Siap Kurangi Impor BBM
-
POLITIK25/06/2026 17:00 WIBDemokrat 10 Tahun Oposisi Tanpa Main Mata dengan Kekuasaan
-
NASIONAL25/06/2026 21:00 WIBKasus Korupsi PPT Energy Trading, KPK Panggil Mantan Direktur Pelabuhan
-
OLAHRAGA26/06/2026 04:30 WIBUruguay vs Spanyol: Duel Hidup Mati Menuju Babak 32 Besar
-
RAGAM25/06/2026 16:00 WIBTidur Dekat HP Jadi Kebiasaan Buruk Generasi Digital
-
POLITIK25/06/2026 17:20 WIBPengamat: Pengacara Profesional akan Berpikir Ulang Bela Jokowi dalam Kasus Ijazah

















