NASIONAL
Fitri Assiddikki Mangkir 3 Kali dan Belum Dijemput Paksa, Ini Kata KPK
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan langkah jemput paksa terhadap Fitri Assiddikki setelah model sekaligus mantan staf ahli anggota DPR Heri Gunawan itu tiga kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi dana tanggung jawab sosial Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Fitri dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Kamis (11/6/2026), Senin (15/6/2026), dan Selasa (23/6/2026). Namun hingga panggilan ketiga, yang bersangkutan tidak hadir dan disebut tidak memberikan konfirmasi kepada penyidik.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik masih membahas langkah lanjutan guna menghadirkan Fitri dalam proses penyidikan.
“Nanti akan dipertimbangkan oleh penyidik langkah berikutnya seperti apa, apakah dilakukan penjadwalan ulang atau menerbitkan surat perintah membawa,” kata Budi di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, keterangan Fitri diperlukan untuk mendalami dugaan aliran dana hasil tindak pidana korupsi yang tengah diselidiki penyidik.
“Aliran uang itulah yang terus ditelusuri untuk mengetahui ke mana saja dana tersebut mengalir,” ujarnya.
Kasus ini menjerat mantan anggota DPR Heri Gunawan dan mantan anggota DPR Satori yang telah diumumkan sebagai tersangka sejak Agustus 2025. Keduanya diduga menggunakan sejumlah yayasan sebagai sarana memperoleh dana bantuan sosial dari BI, OJK, dan mitra kerja Komisi XI DPR.
Dalam konstruksi perkara, penyidik menduga yayasan penerima bantuan tidak menjalankan kegiatan sebagaimana tercantum dalam proposal yang diajukan. Sebagian dana kemudian diduga dialihkan untuk kepentingan pribadi.
KPK menduga Heri menerima sekitar Rp15,86 miliar, sedangkan Satori diduga menerima Rp12,52 miliar. Dana tersebut disebut digunakan untuk pembelian aset, usaha, tanah, bangunan, kendaraan, serta kebutuhan lain yang tidak sesuai tujuan program.
Dirinya menegaskan penyidikan masih terus berjalan untuk menelusuri seluruh pihak yang diduga menikmati hasil tindak pidana korupsi tersebut.
“KPK akan terus menelusuri setiap aliran dana dan pihak yang diduga terkait dalam perkara ini,” tutur Budi. (Micko)
-
OTOTEK25/09/2026 13:30 WIBBegini Cara Pakai 1 Nomor WhatsApp di 2 HP Sekaligus Tanpa Logout
-
JABODETABEK25/09/2026 23:00 WIBGeger! Siswa Kelas VII Diduga Jadi Korban Kekerasan
-
NASIONAL25/09/2026 14:00 WIBEks Staf Yaqut Bongkar Setoran 1 Juta Dolar AS ke Nusron Wahid
-
DUNIA25/09/2026 15:00 WIBIran: Perang Bisa Meluas hingga Samudra Hindia
-
RAGAM25/09/2026 22:00 WIBTNI AU Bidik 3 Pesawat Tanker Raksasa A330 MRTT
-
NASIONAL25/09/2026 17:00 WIBDaniel Johan: Petani Adalah Penjaga Pangan Bangsa
-
POLITIK25/09/2026 15:45 WIBPuadi: Gagasan Mahasiswa Bisa Perkuat Kewenangan dan Kelembagaan Bawaslu
-
POLITIK25/09/2026 19:35 WIBBawaslu Berharap Gagasan Mahasiswa dalam Debat Bisa Perkuat Literasi Pemilu

















