Connect with us

NUSANTARA

Kabut Tebal Hadang Water Bombing di Bromo

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Situasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) semakin mengkhawatirkan. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan wisata favorit ini terus menggila dan kian tak terkendali.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, luas lahan yang hangus terbakar kini telah menyentuh angka 921,42 hektare. Angka fantastis ini dipastikan masih akan terus meroket seiring proses pendataan yang terus berjalan di lapangan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, mengungkapkan bahwa amukan si jago merah telah melahap berbagai vegetasi khas Bromo.

“Vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar. Puji syukur, hingga saat ini korban jiwa nihil,” ujar Satriyo, Kamis (13/8/2026).

BACA JUGA  Pada Tahun 2021, KLHK Klaim Karhutla di Wilayah Konservasi Turun

Upaya penjinakkan api menghadapi jalan terjal dan situasi yang kian mencekam. Tim gabungan darat saat ini harus berjibaku mati-matian memprioritaskan titik konsentrasi api yang membahayakan, membentang dari kawasan Bukit Cinta hingga mengarah ke Seruni Point serta wilayah Dingklik.

Namun, kerja keras tim darat terhambat oleh kondisi geografis yang sangat ekstrem dan tiupan angin kencang yang membuat api bergerak liar membakar apa saja di jalur lintasannya.

Ironisnya, upaya penyelamatan dari udara yang mengandalkan tiga unit helikopter water bombing juga harus menemui jalan buntu akibat terjangan cuaca ekstrem.

“Cuaca yang kurang mendukung, kabut pekat, serta kepulan asap tebal sangat mempengaruhi visibilitas unit helikopter sehingga operasi terpaksa dihentikan pada siang hari,” tegas Satriyo.

BACA JUGA  Cegah Kebakaran Hutan di Bromo, Polsek Poncokusumo Lakukan Patroli

Kendati demikian, sebelum cuaca memburuk, operasi water bombing pada Rabu (12/8/2026) sempat mencatat rekor masif dengan mengerahkan 29 rit atau setara dengan 74.000 liter air yang disiramkan langsung dari udara ke titik-titik api utama.

Sebagai informasi, teror api di Bromo ini bermula sejak Senin (3/8) lalu sekitar pukul 17.00 WIB. Mengingat eskalasi kebakaran yang kian meluas dan mengancam keselamatan pengunjung, pihak balai besar TNBTS akhirnya resmi menutup total seluruh akses wisata Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8/2026) malam hingga batas waktu yang belum ditentukan. (Kusuma/Mun)

TRENDING