Connect with us

NUSANTARA

Ribuan Rumah Terendam Banjir di Medan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Medan sejak Rabu (28/10/2026) malam hingga Kamis (29/10/2026) dini hari memicu bencana banjir besar di sejumlah wilayah. Luapan Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Belawan membuat ribuan rumah warga terendam dan memaksa ratusan orang mengungsi demi menyelamatkan diri.

Banjir yang terus meluas dilaporkan merendam empat kecamatan dan delapan kelurahan. Situasi kian mengkhawatirkan setelah tinggi muka air di sejumlah lokasi mencapai 1 hingga 1,5 meter, bahkan disebut sempat mendekati dua meter pada puncak banjir.

Sebanyak 562 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sementara itu, 22 warga harus dievakuasi oleh tim BPBD Kota Medan karena terjebak genangan dengan ketinggian air yang membahayakan keselamatan.

BACA JUGA  Langgar Aturan Warga Amerika Serikat Dideportasi

Empat kecamatan yang terdampak meliputi Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Johor, dan Medan Helvetia.

Di Kecamatan Medan Selayang, banjir merendam Kelurahan Tanjung Selamat. Sementara Kecamatan Medan Maimun menjadi salah satu wilayah terparah dengan genangan di Kelurahan Sei Mati, Kampung Baru, Hamdan, dan Aur.

Banjir juga menerjang Kelurahan Gedung Johor dan Kwala Bekala di Kecamatan Medan Johor. Sedangkan di Kecamatan Medan Helvetia, genangan melanda Kelurahan Tanjung Gusta.

Kondisi paling kritis terjadi di Kelurahan Sei Mati dan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1,5 meter, membuat aktivitas warga lumpuh total. Di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, air mencapai sekitar satu meter.

BACA JUGA  Padang-Pariaman-Agam Dikepung Air Satu Meter

Luapan Sungai Deli turut menyebabkan sejumlah kawasan permukiman padat penduduk terendam. Di Gang Pelita dan Gang Setia Baru, Kelurahan Kampung Baru, puluhan rumah warga terendam dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa.

Sementara itu, kondisi lebih parah terjadi di Gang Alfajar, Kelurahan Sei Mati. Di lokasi ini, ketinggian air mencapai sekitar satu meter dan sempat membuat warga kesulitan menyelamatkan barang-barang berharga mereka.

Salah seorang warga terdampak, Rizal, mengungkapkan banjir mulai masuk ke permukiman sejak tengah malam dan terus bertahan hingga pagi.

“Dari jam 12 malam sudah mulai banjir, sampai sekarang. Semalam lebih tinggi, hampir 2 meter, sekarang sudah surut,” ujar Rizal.

BACA JUGA  Bejat! Kakek di Deli Serdang Cabuli 28 Siswi SD dengan Iming-iming Uang

Banjir kali ini kembali menunjukkan tingginya ancaman luapan sungai saat curah hujan ekstrem mengguyur Medan. Warga kini berharap kondisi cuaca membaik dan debit air sungai segera turun agar aktivitas dapat kembali normal serta kerugian tidak terus bertambah.

Hingga Kamis pagi, petugas masih bersiaga di sejumlah titik banjir untuk melakukan pemantauan, evakuasi, dan membantu warga yang terdampak luapan tiga sungai besar yang melintas di Kota Medan. (Irawan/Mun)

TRENDING