RAGAM
Ilmuwan Temukan Bumi Mengalami Pergeseran Arah Putaran
AKTUALITAS.ID – Penelitian terbaru mengungkap bahwa penyusutan cadangan air tanah dalam skala besar tidak hanya berdampak pada lingkungan dan kenaikan permukaan laut, tetapi juga dapat memengaruhi pergerakan rotasi Bumi.
Studi tersebut mencatat bahwa pada periode 2000 hingga 2002, daratan di berbagai wilayah dunia kehilangan lebih dari 1.600 gigaton air yang sebelumnya tersimpan di bawah permukaan tanah.
Perubahan besar dalam distribusi massa air itu menyebabkan pergeseran pada keseimbangan rotasi Bumi. Para peneliti memperkirakan sumbu rotasi Bumi bergeser sekitar 45 sentimeter akibat fenomena tersebut.
Profesor Clark Wilson, ahli geofisika dari University of Texas di Austin, menjelaskan bahwa perpindahan massa air dari daratan ke lautan menjadi faktor utama perubahan tersebut.
“Jika Anda mengambil sejumlah besar air dari daratan dan memindahkannya ke lautan, Anda sedang mendistribusikan ulang massa di seluruh planet. Itu akan mengubah sumbu rotasi Bumi,” ujar Wilson, dikutip dari Science Focus, Senin (4/6/2026).
Penelitian ini dipimpin oleh Prof Ki-Weon Seo dari Seoul National University yang menggunakan data radar satelit dan model kelembaban tanah untuk menganalisis perubahan cadangan air global sejak akhir abad ke-20.
Hasil studi menunjukkan bahwa penurunan kelembaban tanah antara 2000–2002 juga berkontribusi pada kenaikan permukaan laut global sekitar 1,95 mm per tahun, lebih tinggi dibanding kontribusi pencairan es Greenland pada periode yang sama.
Tren hilangnya air tanah ini disebut terus berlanjut. Antara 2003 hingga 2016, sekitar 1.000 gigaton air kembali hilang dari daratan, dan hingga 2021 kondisi kelembaban tanah belum kembali normal.
Para peneliti juga mencatat bahwa perubahan ini terjadi di berbagai wilayah dunia, termasuk Asia Timur, Asia Tengah, Amerika, dan Afrika, yang mengalami kekeringan ekstrem dalam beberapa dekade terakhir.
Meski pergeseran sumbu Bumi tergolong kecil dalam skala manusia, para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan ini tetap penting karena dapat memengaruhi sistem navigasi global seperti GPS yang membutuhkan presisi tinggi.
Penelitian ini menegaskan bahwa perubahan iklim dan pengelolaan air tanah memiliki dampak yang jauh lebih luas dari yang selama ini dipahami, termasuk terhadap dinamika fisik planet Bumi. (Firman/Mun)
-
DUNIA05/06/2026 08:00 WIBTrump Murka Usai DPR Setujui Pembatasan Kekuasaan Perang
-
NASIONAL05/06/2026 07:00 WIBEks Jenderal Polisi Pilih ‘Nyanyi’ di Kasus BGN
-
POLITIK05/06/2026 06:00 WIBPrabowo Siapkan Kursi untuk Said Iqbal di Kabinet
-
NUSANTARA05/06/2026 06:30 WIBSubuh Mencekam! Suami Habisi Istri di Rumah
-
NUSANTARA05/06/2026 07:30 WIBPrajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Bacok Brimob
-
JABODETABEK05/06/2026 08:30 WIBSi Jago Merah Lalap Permukiman Dekat Stasiun Tanah Abang
-
POLITIK05/06/2026 10:00 WIBSaid Iqbal: Tunggu Saja Pengumuman Presiden
-
EKBIS05/06/2026 10:30 WIBRupiah Jeblok ke Rp18.056 per Dolar AS

















