POLITIK
Usulan KPU-Bawaslu Jadi Lembaga Ad Hoc, Ketua Komisi II Tegaskan DPR Belum Agendakan RUU Pemilu
AKTUALITAS.ID – Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda merespons usulan menjadikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai lembaga ad hoc. Rifqinizamy menegaskan bahwa saat ini DPR belum mengagendakan pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu.
“Pembahasan revisi UU Pemilu maupun Pilkada, termasuk kedudukan KPU/Bawaslu, belum dijadwalkan untuk dibahas di Komisi II DPR RI,” kata Rifqinizamy, Minggu (24/11/2024).
Rifqinizamy mengungkapkan bahwa fokus Komisi II DPR pada 2025 adalah pembahasan revisi UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan demikian, revisi terhadap UU Pemilu belum menjadi prioritas dalam waktu dekat.
Rifqinizamy juga mengemukakan rencana Komisi II DPR untuk membentuk omnibus law UU Politik yang akan menggabungkan sejumlah regulasi terkait pemilu dan politik.
“Kami menghargai seluruh aspirasi yang berkembang. Karena itu, kita tunggu momentum pembahasan revisi UU Pemilu dan Pilkada. Kemungkinan besar, kami akan membuat omnibus law Politik, yang akan mencakup UU Pemilu, UU Partai Politik, UU Pilkada, hingga ketentuan hukum acara sengketa pemilu,” jelas Rifqinizamy.
Sebelumnya, anggota Badan Legislasi DPR RI Saleh Daulay mengusulkan agar KPU menjadi lembaga ad hoc yang hanya aktif selama dua tahun menjelang dan saat pemilu. Usulan ini bertujuan menghemat anggaran negara, terutama pada periode di luar tahun pemilu.
Namun, Rifqinizamy menekankan pentingnya menghormati berbagai usulan tersebut sambil menunggu waktu yang tepat untuk membahasnya. “Kami terbuka terhadap berbagai masukan, tapi untuk saat ini pembahasan revisi UU Pemilu belum menjadi agenda utama,” tutupnya.(Enal Kaisar)
-
EKBIS04/11/2026 10:30 WIBRupiah Perkasa Lawan Dolar AS Jelang Pemilu Amerika
-
POLITIK04/11/2026 11:00 WIBHabiburokhman Pastikan Isu Gibran Dibedah dalam Rapat Fraksi
-
NASIONAL04/11/2026 13:00 WIBGerak Cepat TNI, Ribuan Prajurit Merapat ke Ibu Kota?
-
POLITIK04/11/2026 11:30 WIBTiga Tersangka Belum Cukup, SDI Tagih Siapa Pemesan Penyadapan
-
DUNIA04/11/2026 12:00 WIBDi Tengah Negosiasi, Iran Klaim Hancurkan Drone A
-
POLITIK04/11/2026 12:30 WIBSenator ProDem: Siapa Bandar Gelap di Balik Sadap Prabowo?
-
POLITIK04/11/2026 14:30 WIBMenko Yusril: Belum Ada Pembahasan Pengganti Listyo Sigit
-
POLITIK04/11/2026 20:00 WIBGerindra Desak Dalang Penyadap Presiden Dibongkar
















