JABODETABEK
Dapat Air Kiriman dari Depok, 10 RW di Ciracas Terendam Banjir
AKTUALITAS.ID – Tingginya curah hujan di wilayah Cimanggis, menyebabkan peningkatan volume air di sejumlah aliran kali yang bermuara ke Ciracas, terutama Kali Baru di sepanjang Jalan Raya Bogor dan Kali Cipinang.
Banjir yang merendam sepuluh Rukun Warga (RW) di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim) dipicu oleh air kiriman dari wilayah hulu, khususnya Cimanggis, Depok.
“Hujan di sini mulai Sabtu (21/3) sekitar pukul 16.30 WIB sampai menjelang malam. Tapi air mulai naik itu sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan sudah berhenti. Ini menandakan kiriman dari hulu sangat besar,” kata Camat Ciracas, Panangaran Ritonga saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (22/3/2026).
Menurut dia, banjir bukan hanya diakibatkan hujan lokal. Kenaikan debit air di wilayahnya terjadi justru saat hujan di Ciracas mulai mereda.
Akibatnya, air meluap dan merendam sedikitnya sepuluh RW di wilayah tersebut. Ketinggian air di permukiman warga mencapai 50 sentimeter (cm) hingga satu meter pada puncak banjir yang terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Meskipun terdapat informasi bahwa turap di kawasan Cibubur jebol, namun kondisi tersebut bukan faktor utama penyebab banjir.
“Bahkan tanpa kerusakan turap, air tetap melimpas karena volume yang sangat besar. Jadi, ini murni karena debit air dari hulu yang sangat tinggi,” ujar Panangaran.
Selain itu, fenomena banjir kiriman ini menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan banjir di wilayah hilir seperti Ciracas, karena sangat bergantung pada kondisi cuaca di daerah hulu.
Memasuki pagi hari ini, kondisi banjir mulai berangsur surut. Pada pukul 06.00 WIB, ketinggian air di sejumlah titik tersisa sekitar 15 hingga 20 cm. Jajaran kecamatan saat ini berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan warga terdampak.
Sejumlah warga mengungsi ke lokasi aman termasuk kantor kelurahan, sementara lainnya memilih tinggal di rumah kerabat.
Dia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu karena berpotensi memicu banjir kiriman dalam waktu singkat.
“Kalau di hulu hujan deras, dampaknya pasti ke sini. Jadi warga perlu waspada meskipun di sini hujannya sudah reda,” ucapnya.
Imbas banjir tersebut, petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi warga rentan, mulai dari balita hingga ibu hamil.
“Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit,” kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur Muchtar Zakaria saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Ketinggian banjir yang terjadi di Jalan H. Mardah RT 06/RW 03, Kelurahan Cibubur, yakni mencapai sekitar 1,7 meter, sehingga membahayakan keselamatan warga, khususnya kelompok rentan.
Sebanyak 47 jiwa berhasil dievakuasi dalam operasi tersebut. Di antaranya terdapat enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, dan dua warga dalam kondisi sakit yang diprioritaskan untuk segera dipindahkan ke lokasi aman.
Selain itu, Gulkarmat Jaktim juga mengevakuasi enam warga terdampak banjir dengan ketinggian air satu meter lebih di Jalan H. Syarif RT 08 RW 10, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
(Purnomo/goeh)
-
POLITIK01/07/2026 16:35 WIBSafari Politik Jokowi Sengaja Ganggu Zona Nyaman Partai Mapan
-
POLITIK01/07/2026 17:30 WIBGerindra Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi dengan PSI
-
RAGAM01/07/2026 21:00 WIBPOTEK Dance Fest 2026 Bandung Berlangsung Meriah, Mystylez Crew Wakili Kota Kembang ke Final
-
RIAU01/07/2026 20:10 WIBBengkalis Pimpin Partisipasi IHaI 2026 di Riau, Bupati Kasmarni Ajak Warga Terus Isi Survei
-
NUSANTARA01/07/2026 16:15 WIBGubernur Sumsel Perkuat Ekosistem Wirausaha Muda melalui Program Sultan Muda
-
OTOTEK01/07/2026 18:30 WIBHonda Perluas Dealer hingga Papua Selatan
-
NASIONAL01/07/2026 16:00 WIBKasus Kematian dr Icha Libatkan Pejabat, Rieke Desak Penegakan Hukum Tanpa Privilese
-
NASIONAL02/07/2026 06:00 WIBDKPP: Jangan Jadikan Medsos sebagai Pengadilan Kebenaran

















