PAPUA TENGAH
DPRK Mimika dan TNI-Polri Petakan Mitigasi Konflik di Wilayah Rawan
AKTUALITAS.ID – Komisi I DPRK Mimika memperkuat sinergi bersama TNI, Polri, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk memetakan titik rawan serta merumuskan strategi mitigasi konflik di Kabupaten Mimika.
Langkah ini diambil menyusul rapat koordinasi khusus yang digelar pada Rabu, 15 April 2026, guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah Bumi Amungsa tetap terkendali melalui pendekatan berbasis data yang akurat.
Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alfian Akbar Balyanan, menyatakan bahwa pemetaan ini krusial untuk melahirkan kebijakan yang tepat sasaran, bukan sekadar seremonial birokrasi.
“Pertemuan ini difokuskan pada pemetaan wilayah yang memiliki potensi kerawanan, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis yang berorientasi pada penanganan dan pemulihan pasca konflik secara berkelanjutan,” ujar Alfian saat dihubungi melalui telepon, Jumat (17/4/2026).
Radar pemetaan saat ini diprioritaskan pada sejumlah kawasan dengan sejarah keamanan kompleks, meliputi Distrik Kwamki Narama, kawasan Kapiraya, hingga wilayah pegunungan. Selain konflik komunal, tren kriminalitas di pusat kota Timika juga menjadi atensi serius.
Alfian menjelaskan bahwa seluruh temuan lapangan akan dikelola secara sistematis oleh internal legislatif. Hasil koordinasi ini selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Konflik DPRK Mimika sebagai bagian dari program kerja yang terarah dan sistematis.
Meski mengapresiasi respons cepat aparat keamanan dan Brimob dalam melakukan penyekatan di titik rawan, DPRK menekankan bahwa penyelesaian konflik tidak boleh hanya mengandalkan pendekatan fisik atau barikade petugas.
Pemerintah daerah didorong untuk memprioritaskan pemulihan struktur sosial dan psikologis masyarakat yang terdampak perselisihan.
“Kami mendorong agar upaya penanganan tidak hanya berhenti pada pengendalian konflik, tetapi juga difokuskan pada pemulihan menyeluruh bagi masyarakat terdampak, seperti penguatan kembali kehidupan sosial, rasa aman warga, serta pemulihan fasilitas,” ungkap.
Sebagai langkah jangka panjang, penguatan infrastruktur dan ketahanan sosial diharapkan menjadi solusi permanen untuk memutus rantai konflik di Mimika, dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
(Ahmad)
-
NASIONAL01/06/2026 18:00 WIBKonten Porno Tayang di JAKTV, Pengamat Minta KPI dan Komdigi Investigasi
-
NASIONAL01/06/2026 13:00 WIBJet PT Jhonlin Bawa Mama Sinta ke Jakarta?
-
OTOTEK01/06/2026 08:30 WIBPassword Warga Indonesia Disebut Rawan Diretas dalam Hitungan Detik
-
PAPUA TENGAH01/06/2026 13:15 WIBDisdukcapil Mimika Targetkan 100 Pasangan Ikut Nikah Massal Gratis
-
PAPUA TENGAH01/06/2026 16:34 WIBDisdukcapil Mimika Permudah Akses Adminduk Warga Pesisir dengan Jemput Bola
-
RAGAM01/06/2026 06:00 WIBRahmat Bagja: PAW Rentan Disusupi Kepentingan Politik
-
NASIONAL01/06/2026 09:00 WIBSoekarno Guncang PBB dengan Pancasila
-
EKBIS01/06/2026 10:30 WIBAwal Juni, Rupiah Tembus Rp17.844 per Dolar

















