DUNIA
Iran Hukum Mati Pria Penjual Rahasia ke Israel
AKTUALITAS.ID – Ketegangan Iran dan Israel makin membara. Otoritas Teheran kembali menjatuhkan hukuman gantung terhadap seorang pria yang dituduh menjadi agen rahasia Mossad dan menjual informasi sensitif kepada Israel. Eksekusi ini menambah panjang daftar hukuman mati yang melonjak tajam di tengah konflik panas kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran mengeksekusi mati seorang pria bernama Ehsan Afreshteh yang dituduh menjadi mata-mata terlatih badan intelijen Israel, Mossad.
Pria tersebut dihukum gantung pada Rabu (13/5/2026) pagi waktu setempat setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan spionase dan kolaborasi dengan Israel.
Media resmi kehakiman Iran, Mizan Online, menyebut Afreshteh dituduh menjual informasi sensitif kepada intelijen Israel setelah menjalani pelatihan di Nepal.
“Ehsan Afreshteh, seorang mata-mata yang dilatih oleh Mossad di Nepal yang menjual informasi sensitif kepada Israel, telah dieksekusi mati,” tulis Mizan Online.
Otoritas Iran menyatakan eksekusi dilakukan setelah putusan hukuman mati diperkuat Mahkamah Agung Iran.
“Ditangkap dan diadili karena spionase dan kolaborasi dengan rezim Zionis, dia dihukum gantung pagi ini,” lanjut laporan tersebut.
Eksekusi ini menjadi salah satu hukuman mati terbaru yang dijalankan Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sejak konflik memanas pada akhir Februari lalu, Teheran disebut semakin agresif menjatuhkan hukuman mati, terutama untuk kasus-kasus yang berkaitan dengan tuduhan spionase dan ancaman keamanan negara.
Sebelumnya, pada Senin (11/5), Iran juga mengeksekusi seorang mahasiswa teknik penerbangan yang dituduh menjadi mata-mata untuk Israel dan Amerika Serikat.
Gelombang hukuman mati di Iran kini menjadi sorotan dunia internasional. Sejumlah organisasi hak asasi manusia menyebut angka eksekusi di negara tersebut melonjak drastis dalam setahun terakhir.
Menurut laporan gabungan Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia dan Together Against the Death Penalty (ECPM) yang berbasis di Prancis, Iran telah mengeksekusi sedikitnya 1.639 orang sepanjang 2025.
Jumlah itu disebut menjadi angka tertinggi dalam tiga dekade terakhir sejak 1989.
Kelompok HAM internasional, termasuk Amnesty International, selama ini menempatkan Iran sebagai negara dengan jumlah eksekusi mati terbanyak kedua di dunia setelah China. (Mun)
-
OASE16/09/2026 05:00 WIBTernyata Ini Alasan Alam Gaib Disembunyikan dari Manusia
-
RIAU16/09/2026 07:30 WIBPekanbaru Tersedak Asap PM2.5 143,4
-
NASIONAL16/09/2026 09:00 WIBDPR Dorong BRAN Jadi Pengendali Konflik Tanah
-
RIAU16/09/2026 08:30 WIBNoki Loviko: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban Narkoba
-
NASIONAL16/09/2026 10:00 WIBSarifah: Jangan Sampai Korban Siber Malah Terjerat
-
NASIONAL16/09/2026 11:00 WIBFelly: Jangan Bicara Stunting Kalau Air Bersih Saja Belum Bisa
-
DUNIA16/09/2026 08:00 WIBSaudi Tegaskan Siap Hadapi Houthi
-
EKBIS16/09/2026 10:30 WIBRupiah Tersungkur ke Rp17.731 Pagi Ini

















