Connect with us

EKBIS

Dolar AS Bikin Rupiah Tak Berkutik

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok; aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Setelah sempat menguat pada perdagangan sebelumnya, nilai tukar rupiah kembali kehilangan tenaga pada awal perdagangan Rabu (22/7/2026). Mata uang Garuda dibuka melemah di tengah dominasi dolar Amerika Serikat (AS) dan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menunggu arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.45 WIB, rupiah berada di level Rp17.911 per dolar AS, melemah 23 poin atau sekitar 0,13 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.888 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah diperdagangkan di kisaran Rp17.904 per dolar AS pada waktu yang hampir bersamaan.

Data Refinitiv juga mencatat rupiah dibuka melemah sekitar 0,22 persen ke level Rp17.920 per dolar AS, sebelum bergerak di kisaran Rp17.918 per dolar AS pada pukul 09.13 WIB, atau turun sekitar 0,17 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.

BACA JUGA  Rupiah Jadi Mata Uang Asia Terlemah Hari Ini

Pelemahan rupiah terjadi seiring tekanan yang juga dialami sejumlah mata uang di kawasan Asia. Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar pada perdagangan pagi, diikuti rupiah, ringgit Malaysia, yuan China, dan dolar Singapura yang sama-sama bergerak melemah terhadap dolar AS.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia masih mampu bertahan di zona hijau, seperti dolar Taiwan, won Korea Selatan, dolar Hong Kong, dan yen Jepang yang mencatat penguatan tipis terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS (Dollar Index/DXY) berada di kisaran 101,17, relatif tidak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan dolar AS masih bertahan kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

BACA JUGA  Efek Perang 'Epic Fury' Trump Bikin Rupiah dan Mata Uang Asia Rontok Berjamaah

Pelaku pasar disebut masih mengadopsi strategi wait and see sambil menunggu arah kebijakan moneter Bank Indonesia. Di saat yang sama, berbagai faktor eksternal, termasuk dinamika ekonomi global dan pergerakan dolar AS, masih menjadi sumber tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Di dalam negeri, sentimen positif datang dari pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sekitar 0,41 persen ke level 6.366,01, yang dinilai dapat membantu menopang sentimen pasar domestik meski belum cukup untuk mengangkat nilai tukar rupiah pada awal perdagangan.

Meski demikian, pergerakan kurs rupiah masih sangat dinamis dan dapat berubah sepanjang hari seiring perkembangan sentimen global, arus modal asing, serta respons pasar terhadap kebijakan ekonomi dan moneter. (Firman/Mun)

TRENDING