EKBIS
Rupiah Tumbang ke Rp17.910/US$
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali kehilangan tenaga pada pembukaan perdagangan Kamis (23/7/2026). Sehari setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%, mata uang Garuda justru bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengacu pada data Refinitiv, rupiah sempat dibuka melemah 0,20% ke level Rp17.910 per dolar AS, memutus tren penguatan tipis yang terjadi sehari sebelumnya saat rupiah ditutup di Rp17.870 per dolar AS.
Meski demikian, pergerakan pasar berlangsung cukup fluktuatif. Data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB mencatat rupiah berada di Rp17.924 per dolar AS, atau melemah sekitar 0,04% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Tak lama kemudian, pada pukul 09.10 WIB, rupiah kembali menguat tipis ke Rp17.914 per dolar AS, naik sekitar 0,02% dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.917 per dolar AS.
Pergerakan yang saling berganti arah ini menunjukkan pasar masih mencari sentimen baru setelah keputusan BI mempertahankan suku bunga, sementara pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) justru bergerak melemah. Pada pukul 09.00 WIB, indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia berada di 101,058, turun sekitar 0,07% dibandingkan penutupan sebelumnya di 101,125.
Menariknya, mayoritas mata uang Asia justru berhasil menguat terhadap dolar AS.
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar mencapai 0,67%, disusul dolar Taiwan yang naik 0,49%, dolar Singapura menguat 0,11%, yuan China bertambah 0,08%, yen Jepang naik 0,06%, sementara baht Thailand, peso Filipina, dan rupiah sama-sama menguat sekitar 0,02% dalam pembaruan perdagangan berikutnya.
Sebaliknya, ringgit Malaysia menjadi satu-satunya mata uang Asia yang masih berada di zona merah dengan pelemahan sekitar 0,02% terhadap dolar AS.
Di pasar global, pelemahan dolar AS juga terlihat terhadap sejumlah mata uang utama. Greenback turun sekitar 0,09% terhadap yen Jepang dan melemah signifikan terhadap won Korea Selatan, sementara terhadap dolar Kanada, franc Swiss, dan dolar Hong Kong cenderung bergerak stabil.
Pelaku pasar kini menanti sejumlah data ekonomi global dan sinyal lanjutan dari bank sentral utama dunia yang diperkirakan akan menjadi penentu arah rupiah dalam beberapa hari ke depan. Dengan posisi rupiah yang masih bergerak di kisaran Rp17.900 per dolar AS, volatilitas diperkirakan tetap tinggi sehingga pasar akan terus mencermati setiap perkembangan kebijakan moneter, baik dari Bank Indonesia maupun Federal Reserve AS. (Firman/Mun)
-
FOTO22/07/2026 19:28 WIBFOTO: Sudaryono Sapa Staf BGN
-
FOTO22/07/2026 22:00 WIBFOTO: Bangun Paulus Tudungta Jalani Sidang Dugaan Pemerasan
-
JABODETABEK22/07/2026 20:00 WIBRefly Harun Ungkap Kronologi Dugaan Pemerasan Bangun Paulus terhadap VL
-
EKBIS22/07/2026 20:15 WIBKementerian PKP Sederhanakan Persyaratan Program Bedah Rumah, Tata Kelola Tetap Terjaga
-
POLITIK22/07/2026 18:30 WIBBawaslu Kampus Connect Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Digital Pemilu
-
JABODETABEK22/07/2026 20:35 WIBSidang Dugaan Pemerasan yang Dilakukan Oknum Pengacara Ditunda hingga 10 Agustus
-
NASIONAL22/07/2026 19:00 WIBKuasa Hukum Sony Sonjaya Desak Kejagung Periksa Nanik S Deyang
-
DUNIA22/07/2026 18:00 WIBMedia AS: Trump Kesulitan Lindungi 50 Ribu Tentara

















