DUNIA
Darah Warga Gaza Terus Mengalir Bukti Kesepakatan BoP Cuma Macan Kertas
AKTUALITAS.ID – Kesepakatan pelucutan senjata yang diumumkan Board of Peace (BoP) pekan lalu belum menghentikan pertempuran di Jalur Gaza. Dalam perkembangan terbaru, sedikitnya 17 warga Palestina dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di berbagai wilayah Gaza dalam 24 jam terakhir.
Laporan tersebut disampaikan media Palestine Chronicle, yang menyebut serangan udara dan operasi militer Israel masih berlangsung di sejumlah titik meskipun sebelumnya diumumkan adanya tahapan lanjutan gencatan senjata.
Di Deir al-Balah, serangan udara dilaporkan menghantam sebuah rumah di kawasan al-Mashaila. Dalam insiden itu, Syekh Kamal Abu Ma’ili dan istrinya dilaporkan meninggal dunia. Empat warga lainnya mengalami luka-luka dan dievakuasi ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.
Masih di wilayah yang sama, Saber Mohammad Khalil Rabee juga dilaporkan tewas setelah rumahnya terkena serangan.
Di Kota Gaza, serangan udara kembali menghantam sebuah apartemen di Menara al-Sousi yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Seorang mantan tahanan Palestina yang baru dibebaskan, Mohammad Abdul Ahmad Abu Ras, juga dilaporkan meninggal setelah serangan mengenai sekelompok warga sipil di Jalan Omar al-Mukhtar.
Korban lainnya dilaporkan berasal dari sejumlah lokasi berbeda, termasuk kawasan Tal al-Hawa dan sekitar persimpangan Al-Ghazali, sementara Bulan Sabit Merah Palestina mengevakuasi jenazah seorang korban dari wilayah selatan Kota Gaza.
Di wilayah Khan Younis, serangan terhadap sebuah apartemen keluarga al-Hams di kawasan al-Mawasi dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia, termasuk seorang anak. Seorang warga lainnya, Salem Abu Labda, juga dilaporkan meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan sebelumnya.
Di tengah meningkatnya korban sipil, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan gudang penyimpanan obat milik Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah ikut terdampak serangan. Dua bangunan penyimpanan obat dilaporkan hancur, sementara dua bangunan lainnya mengalami kerusakan berat, termasuk fasilitas klinik rawat jalan.
Kementerian menyatakan kondisi tersebut semakin memperburuk pelayanan kesehatan yang telah menghadapi keterbatasan obat-obatan dan perlengkapan medis.
Sementara itu, Dewan Nasional Palestina menyebut serangan terhadap fasilitas penyimpanan obat sebagai pelanggaran serius terhadap fasilitas sipil.
Perkembangan ini terjadi setelah sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Board of Peace (BoP) mengumumkan adanya kesepakatan untuk melanjutkan tahapan gencatan senjata di Gaza. Namun hingga kini, pertempuran dan serangan masih terus dilaporkan terjadi.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak 11 Oktober, pelanggaran terhadap gencatan senjata telah menyebabkan 1.222 warga Palestina meninggal dunia dan 4.053 lainnya terluka. Otoritas kesehatan Gaza juga menyatakan distribusi makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan masih menghadapi berbagai hambatan sehingga memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Situasi di Jalur Gaza masih berkembang, sementara berbagai pihak terus menyerukan upaya penghentian kekerasan dan peningkatan akses bantuan kemanusiaan bagi warga sipil yang terdampak konflik. (Mun)
-
FOTO03/08/2026 23:59 WIBFOTO: Suasana Pameran Foto Warna-warni Parlemen 2026
-
NASIONAL03/08/2026 20:00 WIBBawaslu Beberkan Ancaman Baru Pemilu 2029
-
DUNIA03/08/2026 21:00 WIBIran Hukum Mati 2 Terdakwa Spionase untuk Israel
-
RAGAM03/08/2026 18:45 WIBDya Loretta Dorong Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus di IFW 2026
-
NASIONAL03/08/2026 19:00 WIBIKADIN: RUU Perampasan Aset Jangan Langgar Hak Konstitusional Warga
-
NUSANTARA03/08/2026 22:00 WIBStatus Siaga, Semeru Lima Kali Meletus Sejak Dini Hari
-
JABODETABEK04/08/2026 07:30 WIBPolda Metro Bekuk Penyebar Hoaks Demo Jelang 17 Agustus
-
NASIONAL04/08/2026 06:00 WIBIwan Sumule Ajak Semua Elemen Bangsa Kawal Kebijakan Prabowo

















