DUNIA
Mojtaba Khamenei Peringatkan Negara Teluk Soal ‘Musuh Sebenarnya’
AKTUALITAS.ID – Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, melepaskan pesan geopolitik membara di tengah kecamuk perang yang membakar Timur Tengah. Memanfaatkan momentum Pekan Persatuan Islam, Mojtaba menyerukan kepada seluruh negara Muslim khususnya para penguasa monarki Arab di kawasan Teluk untuk segera mengakhiri perpecahan dan bersatu padu melawan “musuh sebenarnya”.
Kemunculan pesan resminya melalui kanal Telegram pada Minggu (30/8/2026) ini menjadi sorotan dunia internasional. Pasalnya, Mojtaba belum pernah terlihat lagi di hadapan publik sejak menderita luka serius akibat jet tempur AS-Israel melancarkan serangan udara masif enam bulan lalu. Tragedi berdarah itu tak hanya melukai dirinya, tetapi juga menewaskan sang ayah sekaligus Pemimpin Tertinggi Iran terdahulu, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam seruan tegasnya, Mojtaba menyentil keras ketidakberdayaan dunia Islam atas pembantaian yang terus menimpa warga Palestina. Ia menegaskan bahwa perpecahan di antara negara-negara Muslim baik secara sadar maupun tidak hanya menjadi karpet merah yang menguntungkan agenda musuh-musuh Islam.
“Rekomendasi saya yang tegas dan berulang kali kepada para penguasa negara-negara Islam, terutama negara-negara Asia Barat dan Teluk, adalah untuk mengidentifikasi musuh sejati Anda, memahami rencananya, dan menghadapinya,” cetus Mojtaba.
Ia mempertanyakan apakah “para penjahat tanpa identitas” akan berani mengincar tanah dan merampas kekayaan negara-negara Arab jika pemerintah dan rakyat di Teluk bertindak padu di bawah bendera Islam.
Pesan tajam ini sekaligus menjadi ujian diplomatik yang memanas. Sejak Revolusi Islam 1979, negara-negara Teluk selalu memandang ideologi Teheran sebagai ancaman eksistensial. Ketegangan semakin membumbung tinggi setelah militer Iran menghujani fasilitas militer AS dan infrastruktur vital di wilayah Teluk sepanjang konflik belakangan ini.
Seruan persatuan ini menguatkan garis politik keras yang dicanangkan Mojtaba sejak pekan lalu. Di dalam negeri, ia melarang keras segala bentuk intrik politik yang merusak kohesi nasional dan memerintahkan pejabat Iran untuk menghentikan narasi pesimistis.
Kini, dari balik bayang-bayang pemulihan lukanya, Mojtaba Khamenei melemparkan bola panas ke meja para pemimpin Arab: tetap terpecah dan menunggu giliran dihancurkan, atau bersatu menantang dominasi Washington dan Tel Aviv. (Mun)
-
NUSANTARA31/08/2026 11:45 WIBSinabung Erupsi, Abu Hitam Membumbung 3,5 Kilometer
-
NASIONAL30/08/2026 23:00 WIBKPK: RUU Perampasan Aset Harus Segera Disahkan
-
RIAU31/08/2026 11:15 WIBTurnamen Menembak Bengkalis Berakhir Damai & Sportif
-
JABODETABEK31/08/2026 07:00 WIBMisteri Kematian Bambang, Elite Politik Bungkam
-
EKBIS31/08/2026 09:30 WIBIHSG Zona Merah Awal Pekan
-
NUSANTARA31/08/2026 16:00 WIBPengamat SDI: Janji 15 Desember Jadi Pesan Tegas Dasco kepada Pendemo
-
OASE31/08/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Mengatur Hidup dari Akidah hingga Politik
-
NASIONAL31/08/2026 11:00 WIBKBPP Polri Tantang DPR Buktikan Janji UU Perampasan Aset

















