Connect with us

EKBIS

Rupiah Melemah ke Rp18.185 per Dolar AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada pembukaan perdagangan Rabu (28/10/2026). Mata uang Garuda melemah seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS), sementara pelaku pasar global bersiap menanti keputusan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp18.179 per dolar AS, melemah 23 poin atau 0,13 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp18.156 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah bergerak di kisaran Rp18.025 per dolar AS pada waktu yang sama.

Tekanan terhadap rupiah juga terlihat dari pergerakan di pasar regional. Rupiah tercatat melemah 0,22 persen ke level Rp18.185 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.145 per dolar AS.

BACA JUGA  Dasco Sambut Baik Jurus BI Pangkas Ketergantungan Dolar

Tak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga mengalami pelemahan. Won Korea Selatan turun 0,70 persen ke level 1.335,60 per dolar AS. Peso Filipina melemah 0,30 persen ke posisi 64,05 per dolar AS. Baht Thailand juga turun 0,25 persen ke level 33,825 per dolar AS, sedangkan dolar Singapura terkoreksi 0,05 persen ke posisi 1,282 per dolar AS.

Di tengah tekanan dolar AS, beberapa mata uang Asia masih mampu mempertahankan penguatan. Dolar Taiwan naik 0,10 persen ke posisi 32,42 per dolar AS. Ringgit Malaysia menguat 0,12 persen menjadi 4,082 per dolar AS, sementara yuan China dan rupee India relatif stabil.

BACA JUGA  Rupiah Menguat Usai Dolar AS Melemah

Kinerja rupiah sepanjang tahun ini juga menjadi sorotan. Secara kumulatif sejak akhir 2025, rupiah telah melemah sekitar 8,33 persen terhadap dolar AS. Posisi tersebut menjadikan rupiah sebagai salah satu mata uang Asia dengan tekanan terbesar sepanjang tahun berjalan.

Sebagai perbandingan, peso Filipina mencatat pelemahan sekitar 8,20 persen, baht Thailand turun 7,02 persen, dan rupee India terkoreksi 5,51 persen. Sebaliknya, won Korea Selatan justru membukukan penguatan 7,85 persen sejak akhir tahun lalu, sedangkan yuan China menguat 4,80 persen.

Pelemahan rupiah yang berlanjut menunjukkan kuatnya dominasi dolar AS di pasar keuangan global. Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan The Fed yang berpotensi menjadi penentu pergerakan mata uang dunia dalam beberapa hari ke depan. (Firman/Mun)

BACA JUGA  Dolar Menguat, Rupiah Tersungkur ke Rp17.400

TRENDING