Berita
Hasil Kerja Sudah Dirasakan, Jokowi Mania Dukung Ganjar Jadi Capres 2024
AKTUALITAS.ID – Relawan Jokowi Mania (JoMan) mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi Capres 2024. Ketua Relawan JoMan Emmanuel Benezer menilai, kinerja nyata Ganjar sudah dirasakan masyarakat. “Ada sesuatu hari ini yang tren di masyarakat bahwa sosok Ganjar adalah sosok yang dilihat, dirasakan. Pertama dirasakan dan dilihat hasil kerjanya, ini lah menjadi pertimbangan kita untuk […]
AKTUALITAS.ID – Relawan Jokowi Mania (JoMan) mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi Capres 2024. Ketua Relawan JoMan Emmanuel Benezer menilai, kinerja nyata Ganjar sudah dirasakan masyarakat.
“Ada sesuatu hari ini yang tren di masyarakat bahwa sosok Ganjar adalah sosok yang dilihat, dirasakan. Pertama dirasakan dan dilihat hasil kerjanya, ini lah menjadi pertimbangan kita untuk kita mendukung Ganjar ini untuk di 2024,” katanya dalam diskusi virtual ‘Puan Iri Hati atau Ganjar Tak Tahu Diri’, Minggu (30/5/2021).
Menurutnya, JoMan tau mau terjebak dalam konflik internal partai PDIP mengenai Ganjar atau Puan. Dia menegaskan, bahwa pihaknya melihat bahwa kinerja Ganjar nyata di lapangan.
“Faktanya hari ini Yang kita lihat, kita crosscheck di lapangan, Pak Ganjar ini sosok yang hari ini bisa dilihat, dirasakan, dengan hasil hasil kerjanya, kemudian Mbak Puan mengkritik persoalan pemimpin itu harus ada di lapangan di tengah rakyat, bukan di media sosial,” ucapnya.
Emmanuel tidak sependapat dengan kritikan Puan soal medsos terhadap Ganjar. Dia bilang, media sosial adalah sarana untuk lebih mudah menyampaikan hasil kerja pemimpin kepada publik.
“Media sosial itu adalah sarana, sarana menyampaikan mempromosikan kerja kerja beliau yang lebih aktual, artinya beliau coba blast itu lewat Twitter Instagram dan Facebooknya itu lebih mudah,” jelasnya.
Emmanuel menganggap sebuah sinisme politik bila Ganjar dianggap pencitraan semata. Menurutnya, apa yang dilakukan Ganjar di medsos merupakan hasil kerjanya di lapangan.
“Menurut saya itu nada yang berbasis sinisme, sinisme politik, ini bahaya sekali. Jangan karena kita tidak melek media sosial kemudian ada orang yang punya kemampuan melek media sosial lantas kita bully itu gak fair,” tegas dia.
“Apa yang dilakukan di medsos itu kan karena praktik di lapangan, dia blast media sosialnya dia kunjungan ke pasar A dia temuin warga di mana,” tutupnya.
-
FOTO12/03/2026 04:07 WIBFOTO: Diskusi Bawaslu dan KPPDem Jelang Berbuka Puasa
-
NASIONAL12/03/2026 00:03 WIBPasok Pakan-Energi Etanol, Mentan dan Polri Perkuat Produksi Jagung
-
DUNIA11/03/2026 22:30 WIBPerang AS-Israel dan Iran Diperkirakan akan Terus Berlanjut
-
NASIONAL12/03/2026 20:45 WIBSegini Harta Kekayaan Yaqut Cholil Qoumas yang Kini Ditahan KPK
-
NUSANTARA11/03/2026 22:00 WIBADSP Bakauheni Berlakukan Single Tarif
-
JABODETABEK12/03/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Langit Jabodetabek Berawan Kamis Ini
-
EKBIS12/03/2026 09:30 WIBRupiah Tergelincir ke Rp16.899 di Awal Perdagangan
-
EKBIS12/03/2026 10:30 WIBIHSG Hari Ini Melemah di Tengah Tekanan Global

















