Berita
Dewan Pakar PKPI: Tantang Para Politikus Bahas Ekasila dan Trisila
AKTUALITAS.ID – Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menantang para politikus untuk mengatakan bahwa pandangan tentang Ekasila dan Trisila untuk menjadikan negara anti Pancasila, negara komunis, dan negara anti agama. “Saya tantang para politisi dan tokoh yang identitasnya jelas, untuk mengatakan bahwa pandangan Soekarno tentang Ekasila dan Trisila itu, untuk menjadikan […]
AKTUALITAS.ID – Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menantang para politikus untuk mengatakan bahwa pandangan tentang Ekasila dan Trisila untuk menjadikan negara anti Pancasila, negara komunis, dan negara anti agama.
“Saya tantang para politisi dan tokoh yang identitasnya jelas, untuk mengatakan bahwa pandangan Soekarno tentang Ekasila dan Trisila itu, untuk menjadikan negara ini negara anti Pancasila, negara komunis dan negara anti agama. Jangan jadi pengecut bicara diwilayah abu-abu,” tulis akun Twitter @TeddyGusnaidi, dikutip Sabtu (20/6/2020).
Teddy menekankan, jangan hanya berani menyebarkan vonis, lalu bersembunyi dibalik ketiak umat dan rakyat. Hal tersebut dianggapnya pengecut. Apalagi rakyat dan umat tidak pernah memilih untuk diwakilkan.
“Masyarakat akhirnya mendapatkan informasi sesat kemudian berperilaku sesat dengan menuduh sana sini,”
tulis Teddy.
Teddy menekankan, apa yang ia sampaikan bukan soal setuju atau tidak setuju terhadap usulan Rancangan Undang-undang ( RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang belakangan tengah menjadi pembicaraan publik. Karena usulan itu masih draft dan masih dipelajari oleh banyak orang untuk memberikan masukan kepada DPR.
“Jika RUU ini disahkan dan dianggap bertentangan dgn UUD45, ya ke MK, karena MK itu adalah penafsir yg berkekuatan hukum, bukan kalian,” tulis dia.
-
RIAU16/07/2026 12:30 WIBBupati Kasmarni Dukung RSUD Mandau Naik Kelas
-
EKBIS16/07/2026 11:30 WIBHarga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun
-
POLITIK16/07/2026 10:00 WIBGus Ipul Tegaskan Istana Tak Ikut Campur Muktamar NU
-
POLITIK16/07/2026 14:00 WIBAria Bima: Kuota 30 Persen Perempuan Jadi PR Besar Parpol
-
POLITIK16/07/2026 09:00 WIBKIPP Desak MK Evaluasi Putusan Pemisahan Pemilu
-
NASIONAL16/07/2026 07:30 WIBKebakaran Hutan Mojokerto Kian Mengkhawatirkan
-
NASIONAL16/07/2026 11:00 WIBMasa Tunggu Haji Dipangkas Jadi 26 Tahun
-
POLITIK16/07/2026 13:38 WIBKritik Standar Ganda DKPP, JPPR Desak Tio Aliansyah Dinonaktifkan Sementara

















