Berita
Hasil Rapat Kabinet, Thailand Perpanjang Kondisi Darurat Corona hingga Agustus
Thailand berencana memperpanjang kondisi darurat penyebaran virus corona selama sebulan hingga akhir Agustus mendatang. Pemerintah Thailand beralasan perpanjangan kondisi darurat dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus corona secara efektif dengan membuka daerah perbatasan secara bertahap. “Penting bagi kita untuk membuka (perbatasan) negara untuk menghidupkan kembali ekonomi,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Thailand Somsak Rungsita. “Satu-satunya […]
Thailand berencana memperpanjang kondisi darurat penyebaran virus corona selama sebulan hingga akhir Agustus mendatang.
Pemerintah Thailand beralasan perpanjangan kondisi darurat dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus corona secara efektif dengan membuka daerah perbatasan secara bertahap.
“Penting bagi kita untuk membuka (perbatasan) negara untuk menghidupkan kembali ekonomi,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Thailand Somsak Rungsita.
“Satu-satunya cara untuk menangani transisi ini adalah dengan perpanjangan kondisi darurat.”
Usulan perpanjangan kondisi darurat rencananya akan disetujui dalam rapat kabinet pada Selasa (21/7). Dalam dua bulan terakhir Thailand belum mencatat penularan lokal virus corona.
Dilansir Strait Times, Somsak mengatakan pemerintah tidak akan melarang warga melakukan pertemuan publik selama periode perpanjangan kondisi darurat.
Menurutnya hal itu dilakukan untuk merespons protes atas kecurigaan warga bahwa aturan itu disalahgunakan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.
Lebih dari 2.000 orang termasuk mahasiswa pada Sabtu (18/7) lalu menggelar aksi unjuk rasa di Bangkok menuntut agar parlemen dibubarkan dan konstitusi diubah. Demonstrasi dilakukan saat Thailand masih memberlakukan kondisi darurat, larangan melakukan pertemuan massal dan menjaga jarak sosial.
Aksi protes serupa dengan massa yang lebih sedikit juga digelar di provinsi Chiang Mai dan Ubon Ratchathani. Rencananya pekan ini mahasiswa akan kembali menggelar aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih besar.
Selama dua bulan terakhir, Bangkok telah mencabut aturan jam malam dan melonggarkan pembatasan dengan mengizinkan perjalanan domestik untuk menghidupkan kembali sektor perekonomian yang sempat terpuruk.
Meskipun perekonomian menurun, warga Thailand tetap mewaspadai potensi gelombang kedua pandemi Covid-19. Akses kedatangan bagi warga asing juga masih ditutup.
Thailand sempat melaporkan nihil kasus pada awal Juni lalu sehingga melonggarkan semua pembatasan dan mengizinkan kembali aktivitas warga, termasuk membuka sekolah.
Data statistik Worldometers mencatat saat ini Thailand memiliki 98 kasus aktif Covid-19 dari keseluruhan mencapai 3.269 kasus dan 58 kematian.
-
POLITIK04/07/2026 17:30 WIBSaid Didu Sebut Safari Politik Jokowi Masuk Fase “To Kill or Be Killed” dan Sarat Kepentingan Oligarki
-
NUSANTARA04/07/2026 12:30 WIBBadan Geologi Naikkan Status Anak Krakatau ke Level III
-
RIAU04/07/2026 18:30 WIBBengkalis Tampil Konsisten, Raih Peringkat Kedua MTQ Riau ke-44 di Kuansing
-
NASIONAL04/07/2026 13:00 WIBWaka MPR: Saatnya Indonesia Buktikan Potensi Energi Hijau
-
NUSANTARA04/07/2026 14:30 WIBBMKG: Es Abadi Papua Bisa Lenyap Akhir 2026
-
POLITIK04/07/2026 20:30 WIBRUU Pemilu, DPR akan Temui Ormas dan Partai Non-Parlemen
-
RAGAM04/07/2026 13:30 WIBIlmuwan Waspadai Gelombang Panas Ekstrem dan Dampak Iklim Global
-
NUSANTARA04/07/2026 22:00 WIBAkses Warga Kembali Normal Usai BNPB Bangun Jembatan Darurat di Temanggung

















