Berita
Sri Mulyani Nilai Target Pajak Tahun 2020 Tak Tercapai
AKTUALITAS.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai penerimaan pajak tahun ini berpotensi tidak tercapai. Hal ini dikarenakan wajib pajak, baik institusi maupun perorangan, tertekan ekonomi di tengah pandemi covid-19. Ani, sapaan akrabnya, menjelaskan pemerintah menargetkan penerimaan negara tahun ini sebesar Rp1.699 triliun. Angka itu sudah direvisi dari target awal yang mencapai Rp1.760 triliun. Perubahan postur […]
AKTUALITAS.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai penerimaan pajak tahun ini berpotensi tidak tercapai. Hal ini dikarenakan wajib pajak, baik institusi maupun perorangan, tertekan ekonomi di tengah pandemi covid-19.
Ani, sapaan akrabnya, menjelaskan pemerintah menargetkan penerimaan negara tahun ini sebesar Rp1.699 triliun. Angka itu sudah direvisi dari target awal yang mencapai Rp1.760 triliun.
Perubahan postur APBN 2020 tertuang dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2020 terkait Perubahan Atas Perpres Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN 2020.
Sementara, penerimaan dari sisi perpajakan hanya ditargetkan sebesar Rp1.404 triliun. Target perpajakan tahun ini terbilang rendah.
“Ini adalah penerimaan perpajakan yang redah karena memang mengalami kontraksi dan ini pun masih ada risiko tidak tercapai karena ternyata kondisi dari korporasi maupun masyarakat betul-betul tertekan,” tutur Ani dalam Diskusi Virtual Serap Aspirasi Implementasi UU Cipta Kerja Bidang Perpajakan, Kamis (19/11/2020).
Di sisi lain, jumlah belanja negara ditargetkan sebesar Rp2.739 triliun. Alhasil, ada potensi defisit APBN mencapai Rp1.039 triliun atau 6,34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Kami perkirakan APBN defisit 6,34 persen, kenaikan luar biasa besar dalam rangka untuk menolong perekonomian, menangani covid-19 dan bantu masyarakat,” kata Ani.
Sebagai informasi, realisasi penerimaan negara hingga September 2020 sebesar Rp1.159 triliun. Angka itu turun 13,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara, belanja negara tumbuh 15,5 persen menjadi Rp1.841 triliun. Dengan demikian, terjadi defisit sebesar Rp682,1 triliun hingga September 2020.
-
NASIONAL07/08/2026 06:00 WIBAmnesty Desak MBG Dihentikan Usai Dugaan Keracunan Massal
-
NUSANTARA06/08/2026 22:00 WIBBocah 11 Tahun di Jambi Tewas Diterkam Buaya Ganas
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini
-
RAGAM07/08/2026 01:05 WIBSJA Textile Hadirkan Strategic Fabric Partner, Bantu Brand Fashion dari Awal Produksi
-
PAPUA TENGAH07/08/2026 09:00 WIBPBB: Jangan Rampas Suara Rakyat Lewat Ambang Batas Parlemen
-
DUNIA07/08/2026 00:00 WIBPBB: ISIS Masih Tangguh di Tengah Operasi Kontraterorisme
-
NASIONAL07/08/2026 11:00 WIBDPR: QRIS Diduga Dimanfaatkan untuk Deposit Judi Online
-
EKBIS07/08/2026 09:30 WIBIHSG Kembali Hijau

















