Berita
Jaksa Agung AS Bantah Tuduhan Kecurangan dalam Pilpres
Jaksa Agung William Barr membantah tuduhan adanya penipuan dalam pemilihan presiden Amerika Serikat yang tersebar secara luas untuk membatalkan kemenangan Joe Biden atas Donald Trump. “Sampai saat ini, kami belum melihat ada kecurangan dalam skala yang bisa memengaruhi hasil pemilu yang berbeda,” kata Barr dalam wawancara dengan Associated Press. Pernyataan Barr ini disampaikan untuk menegaskan […]
Jaksa Agung William Barr membantah tuduhan adanya penipuan dalam pemilihan presiden Amerika Serikat yang tersebar secara luas untuk membatalkan kemenangan Joe Biden atas Donald Trump.
“Sampai saat ini, kami belum melihat ada kecurangan dalam skala yang bisa memengaruhi hasil pemilu yang berbeda,” kata Barr dalam wawancara dengan Associated Press.
Pernyataan Barr ini disampaikan untuk menegaskan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Kementerian Keamanan Dalam Negeri, intelijen AS, dan pengamat jajak pendapat independen. Dalam temuan tersebut, mereka menyimpulkan jika pemilu 2020 dikategorikan sebagai yang paling aman dalam sejarah AS.
“Ada satu pernyataan yang akan menjadi penipuan sistemik dan itu akan menjadi klaim bahwa mesin pada dasarnya diprogram untuk membelokkan hasil pemilu,” ucap Barr.
“Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan Kementerian Kehakiman telah memeriksanya, dan sejauh ini, kami belum melihat apa pun yang mendukungnya [ada kecurangan].”
Pernyataan Barr ini disampaikan di tengah
, terutama di negara bagian seperti Michigan, Pennsylvania, dan Georgia.
Dalam cuitan terbarunya, Selasa (1/12) Trump menyoroti kesaksian yang ditawarkan audiens publik terkait pemilu di Michigan yang dimenangkan oleh Biden.
“Orang-orang datang untuk memberi kesaksian tidak seperti sebelumnya. Truk besar membawa ratusan surat suara palsu (PALSU) ke pusat pemungutan suara? MENGERIKAN-SELAMATKAN AMERIKA!,” tulis Trump dalam cuitannya.
Trump dan tim pengacaranya hingga kini masih melakukan tuntutan hukum untuk hasil pemilu di beberapa negara bagian kunci. Hakim di beberapa negara bagian, termasuk Pennsylvania telah menolak tuntutan hukum Trump yang berupaya membatalkan jutaan suara.
Penghitungan suara resmi mencatat Biden mengantongi 6,2 juta suara, jauh lebih banyak dibandingkan Trump. Sementara perolehan suara elektoral mencatat Biden memperoleh 306 suara, jauh di atas jumlah yang dibutuhkan untuk memenangkan kursi kepresidenan yakni 270 suara.
-
POLITIK03/07/2026 16:30 WIBSaid Didu Sebut Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan
-
NASIONAL03/07/2026 16:00 WIBOTT Bupati Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana ke Kemenhut
-
NASIONAL03/07/2026 20:30 WIBPuan Minta Penunjukan Komisaris Berdasarkan Kompetensi
-
NUSANTARA03/07/2026 15:30 WIBDetik-Detik Pesawat PT AMA Dibakar KKB Usai Mendarat
-
OTOTEK03/07/2026 15:30 WIBApple Siapkan iPad Pro dan MacBook Pro Baru dengan Prosesor M7
-
NUSANTARA03/07/2026 17:30 WIBHerman Deru Dorong Penguatan SDM, Apresiasi Program PLCLP Pertamina sebagai Investasi Masa Depan
-
POLITIK03/07/2026 19:00 WIBKomisi II DPR Usul Gaji Kepala Daerah Dinaikkan
-
POLITIK03/07/2026 19:30 WIBSyarat Capres-Cawapres Diusung Tiga Partai Dinilai akan Hambat Figur Potensial

















