Berita
Dapat Mandat Mengadakan vaksin covid-19, PT Bio Farma Dapat Tambahan Modal Modal Rp2 T
AKTUALITAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Bio Farma (Persero) sebesar Rp2 triliun. Hal ini tercantum dalam PP Nomor 80 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke Dalam Modal Saham PT Bio Farma. “Negara Republik Indonesia melakukan penambahan penyertaan modal ke dalam modal saham perusahaan perseroan (persero) Bio […]
AKTUALITAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Bio Farma (Persero) sebesar Rp2 triliun. Hal ini tercantum dalam PP Nomor 80 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke Dalam Modal Saham PT Bio Farma.
“Negara Republik Indonesia melakukan penambahan penyertaan modal ke dalam modal saham perusahaan perseroan (persero) Bio Farma,” bunyi aturan itu dikutip, Rabu (30/12/2020).
Dalam beleid itu, PMN bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Aturan tersebut ditandatangani oleh Jokowi pada hari ini dan langsung diundangkan.
Diketahui, jika perusahaan farmasi pelat merah tersebut diberikan mandat untuk mengadakan dan mendistribusikan vaksin covid-19 kepada masyarakat Indonesia.
Untuk melaksanakan tugas itu, perseroan baru saja mengantongi sertifikat perizinan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Seritifikat diberikan untuk memproduksi obat dan vaksin virus corona.
Dengan begitu, Bio Farma sudah bisa memulai produksi vaksin corona.
“Hari ini juga kami sudah memberikan sertifikat perizinan untuk cara produksi obat yang baik di Gedung Bio Farma, sehingga kita berikan (sertifikat) CPOB,” ungkap Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito dalam konferensi pers Rabu (30/12).
Berdasarkan rencana, Bio Farma akan memproduksi 100 juta dosis per tahun setelah sertifikasi ini resmi dikantongi. Penny mengatakan kemungkinan besar jumlah dan lokasi produksi bisa diperluas.
“Kedepannya mungkin akan ada perluasan lebih jauh dari Gedung 43 sehingga produksi lebih besar sampai 250 juta dosis per tahun,” terangnya.
-
NASIONAL25/05/2026 15:31 WIBNamanya Kerap Disebut di Kasus Korupsi, Jokowi Belum Pernah Diperiksa Penegak Hukum
-
OPINI25/05/2026 17:29 WIBSengkon dan Karta Jadi Pengingat Bagi Para Penegak Hukum
-
NASIONAL25/05/2026 19:15 WIBKemnaker Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Buruh PT Epson
-
NUSANTARA25/05/2026 14:30 WIBBromo Lockdown Wisata 4 Hari untuk Ritual Yadnya Kasada
-
PAPUA TENGAH25/05/2026 17:00 WIBRawan Pemerkosaan, Polisi Larang Warga Masuk Kawasan Kali Wania Mimika
-
EKBIS25/05/2026 22:00 WIBPembangunan PLTA Batoq Kelo Berkapasitas 300 MW Resmi Dimulai
-
POLITIK25/05/2026 18:30 WIBJokowi Keliling Indonesia, Pengamat: Cek Ombak Politik dan Pulihkan Citra
-
POLITIK25/05/2026 17:16 WIBKhawatir Elektabilitas Gibran di 2029, Ini Alasan Jokowi Ingin Keliling Indonesia

















