Berita
Coreng Nama Baik Almamater, Alumni USU Desak Rektor Tindak Profesor yang Hina SBY
AKTUALITAS.ID – Alumni Universitas Sumatera Utara (USU) mendesak Rektor untuk menindak Prof Yusuf Leonard Henuk yang telah mencoreng nama baik almamater perguruan tinggi. Hal ini menyusul cuitannya yang dinilai telah menghina Presiden RI ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). Salah seorang alumni USU tamatan tahun 1997, Apriadi Gunawan menyatakan Rektor harus segera menindak Prof Yusuf. Tindakannya […]
AKTUALITAS.ID – Alumni Universitas Sumatera Utara (USU) mendesak Rektor untuk menindak Prof Yusuf Leonard Henuk yang telah mencoreng nama baik almamater perguruan tinggi. Hal ini menyusul cuitannya yang dinilai telah menghina Presiden RI ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Salah seorang alumni USU tamatan tahun 1997, Apriadi Gunawan menyatakan Rektor harus segera menindak Prof Yusuf. Tindakannya disebut telah mencoreng nama baik USU.
Apriadi yang juga mantan anggota DPRD Sumut ini menegaskan tidak etis seorang Profesor bicara kasar seperti preman kepada Presiden RI keenam Soesilo Bambang Yudhoyono. Sebagai alumni USU, Apriadi mengaku malu sekaligus terpukul dengan ucapan Prof Yusuf di media sosial itu.
“Gara-gara nilai setitik, rusak susu sebelanga. Itu yang terjadi di USU saat ini, gara-gara prilaku Prof Yusuf L Henuk yang tidak etis itu, USU saat ini disorot banyak orang. Nama baiknya jadi tercoreng, karenanya Rektor harus segera menindak tegas Profesor Yusuf, jika tidak kita khawatir yang bersangkutan akan melakukan hal yang sama kemudian hari. Ini tidak boleh dibiarkan,” kata Apriadi kepada wartawan di Medan, Kamis (14/1/2021).
Ia menegaskan dari sekian banyak Profesor yang dikenalnya di USU, hanya Prof Yusuf yang aneh. Perkataan Yusuf tidak mencerminkan seorang Profesor yang menjunjung nilai-nilai akademis.
Herannya, Apriadi melanjutkan, seorang Profesor dari Fakultas Pertanian justru lebih senang mengurusi hal-hal yang bersifat politis. Profesor Yusuf dinilai seharusnya konsentrasi saja mendidik mahasiswa agar cerdas di bidangnya.
“Karena negeri ini sekarang butuh tenaga-tenaga handal yang mampu membangun sektor pertanian. Idealnya seperti itu, Profesor Pertanian harusnya urusin Pertanian, bukan justru urusin politik. Kita jadi bertanya ada apa ini atau apa ada?,” tanya Apriadi dengan nada heran.
-
POLITIK04/07/2026 17:30 WIBSaid Didu Sebut Safari Politik Jokowi Masuk Fase “To Kill or Be Killed” dan Sarat Kepentingan Oligarki
-
RIAU04/07/2026 18:30 WIBBengkalis Tampil Konsisten, Raih Peringkat Kedua MTQ Riau ke-44 di Kuansing
-
POLITIK04/07/2026 20:30 WIBRUU Pemilu, DPR akan Temui Ormas dan Partai Non-Parlemen
-
NUSANTARA04/07/2026 22:00 WIBAkses Warga Kembali Normal Usai BNPB Bangun Jembatan Darurat di Temanggung
-
OTOTEK04/07/2026 16:30 WIBGunakan Drone untuk Bertani, Produktivitas Pertanian Merauke Meningkat
-
NASIONAL04/07/2026 19:30 WIBViral Klaim Ongkos Berobat, BPJS Kesehatan Tegaskan Hoaks
-
JABODETABEK04/07/2026 16:00 WIBMensos: Sekolah Rakyat Baru di Jakarta Ditargetkan Tampung 1.000 Siswa
-
EKBIS04/07/2026 21:00 WIBHarga Telur Anjlok, Peternak Unggas Minta Intervensi Pemerintah

















