Berita
Selama 12 Jam, 52 Kali Guguran Lava Pijar Gunung Merapi
AKTUALITAS.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi. Tercatat dalam 12 jam, terjadi 52 kali guguran lava pijar dan sekali luncuran awan panas. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menjelaskan, awan panas guguran terjadi pada dini hari tadi. “Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi tanggal 01 Maret 2021 pukul […]
AKTUALITAS.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi. Tercatat dalam 12 jam, terjadi 52 kali guguran lava pijar dan sekali luncuran awan panas.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menjelaskan, awan panas guguran terjadi pada dini hari tadi.
“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi tanggal 01 Maret 2021 pukul 04.25 WIB,” kata Hanik dalam keterangannya, Senin (1/3/2021).
Ia menjelaskan, awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 milimeter dan durasi 156 detik.
“Berdasarkan data itu, estimasi jarak luncur mencapai 1.700 meter ke arah barat daya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hanik menjelaskan pada periode pengamatan tanggal 28 Februari 2021 pukul 18.00 hingga 24.00 terpantau puluhan kali guguran lava pijar di Gunung Merapi.
“Pada periode 28 Februari pukul 18.00 hingga 24.00 teramati 35 guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter ke arah barat daya yakni hulu Kali Boyong, Krasak, dan Sat,” sebutnya.
Sementara pada periode Senin dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terpantau belasan kali guguran lava pijar.
“Teramati guguran lava pijar 17 kali dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter ke arah barat daya,” ungkapnya.
Hanik juga menjelaskan, kegempaan Merapi selama 12 jam dari 28 Februari pukul 18.00 hingga 1 Maret pukul 06.00 tercatat 112 kali gempa guguran, 9 kali gempa hembusan, dan 1 kali gempa fass banyak.
“Kemudian secara visual Gunung Merapi jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah,” ucapnya.
Hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan status Merapi di tingkat Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
“Di luar daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.
-
NUSANTARA30/07/2026 07:30 WIBKonflik Arisan Online Diduga Berujung Penculikan Balita di Makassar
-
EKBIS30/07/2026 09:30 WIBIHSG Bangkit 0.4% Usai 6 Hari Tumbang
-
POLITIK30/07/2026 07:00 WIBDKPP Tak Tebang Pilih, Anggota Sendiri Kena Peringatan Keras
-
POLITIK30/07/2026 13:00 WIBBawaslu Bongkar Modus Baru Politik Uang Digital
-
JABODETABEK30/07/2026 08:30 WIBBawa Kabur Rp 1,2 M, Nasib Maling Pecah Kaca Berakhir di Tangan Polisi
-
DUNIA30/07/2026 08:00 WIBGempa Dahsyat Jepang Tewaskan 13 Orang
-
NASIONAL30/07/2026 05:00 WIBMisteri 3 Kegelapan dalam Rahim yang Disebut Al-Qur’an
-
POLITIK30/07/2026 06:00 WIBGaya Mewah Pake Helikopter, Anggota KPU RI Kena Sanksi Peringatan Keras

















