Berita
Proses Turunnya Wahyu untuk Nabi Muhammad
Proses turunnya wahyu sebagaimana disebutkan dalam hadits adalah Nabi ﷺ bermimpi terlebih dahulu. Lalu, beliau suka berkhalwat (menyendiri) di Gua Hira kemudian turunlah wahyu. Dikutip dari buku Bekal Haji karya Ustaz Firanda Andirja,Aisyah radhiyallahu anha menuturkannya sebagai berikut. أول ما بدئ به رسول الله ﷺ من الوحى الرؤيا الصادقة فى النوم، وكان لا يرى رؤيا […]
Proses turunnya wahyu sebagaimana disebutkan dalam hadits adalah Nabi ﷺ bermimpi terlebih dahulu. Lalu, beliau suka berkhalwat (menyendiri) di Gua Hira kemudian turunlah wahyu.
Dikutip dari buku Bekal Haji karya Ustaz Firanda Andirja,
Aisyah radhiyallahu anha menuturkannya sebagai berikut.
أول ما بدئ به رسول الله ﷺ من الوحى الرؤيا الصادقة فى النوم، وكان لا يرى رؤيا إلا جاءت مثل فلق الصبح
“Wahyu pertama kali turun kepada Rasulullah ﷺ dalam bentuk mimpi yang benar tatkala tidur. Dan tidaklah Rasulullah ﷺ bermimpi kecuali mimpi tersebut datang seperti cahaya subuh (sangat jelas)”.
Aisyah radhiyallahu anha melanjutkan tuturannya:
ثم حبب إليه الخلاء فكان يخلو بغار حراء فيتحنث فيه – وهو التعبد – الليالى ذوات العدد قبل أن ينزع إلى أهله، ويتزود لذلك ثم يرجع إلى خديجة فيتزود لمثلها، حتى جاءه الحق وهو فى غار حراء
“Kemudian, Nabi dijadikan Allah menyukai berkhalwat. Beliau ﷺ pergi ke Gua Hira dan beribadah di sana beberapa malam sebelum kembali ke istrinya (Khadijah). Ia membawa bekal untuk berkhalwat, kemudian beliau kembali lagi ke Khadijah, lalu menyiapkan bekal seperti itu lagi. Sampai datangnya Malaikat Jibril dan beliau berada di dalam Gua Hira”.
Aisyah radhiyallahu anha melanjutkan tuturannya
فَجَاءَهُ الْمَلَكُ فِيهِ فَقَالَ اقْرَأْ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدُ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ اقْرَأْ فَقُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّانِيَةَ حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدُ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ اقْرَأْ فَقُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّالِثَةَ حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدُ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ { اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ } حَتَّى بَلَغَ { عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ }
“Maka malaikat datang kepada beliau dan berujar; ‘bacalah! ‘ Nabi ﷺ berkata kepadanya; ‘Saya tidak bisa membaca! ‘ Lalu dia mendekapku dan menutupiku hingga aku kepayahan. Kemudian melepasku dan berkata; ‘Bacalah! ‘ aku menjawab; ‘Saya tidak bisa membaca! ‘ Ia mendekapku lagi dan menutupiku untuk kedua kalinya hingga aku kepayahan, kemudian melepasku lagi seraya mengatakan; ‘Bacalah!’ saya menjawab; ‘Saya tidak bisa membaca’. Maka ia mendekapku dan menutupiku untuk kali ketiganya hingga aku kepayahan, kemudian melepasku lagi dan mengatakan; ‘IQRO’ BISMI ROBBIKAL LADZII KHOLAQO (Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan) sampai ayat ‘ALLAMAL INSAANA MAA LAM YA’LAM (Dia mengajarkan manusia apa yang tidak manusia ketahui) (HR Bukhari).
-
POLITIK14/04/2026 10:00 WIBNasDem Pastikan Konsolidasi Jalan Meski Ada Kader Pindah
-
POLITIK14/04/2026 14:00 WIBFrans Saragih: Kritik Harus Bertanggung Jawab
-
NASIONAL14/04/2026 06:00 WIBEddy Soeparno: Energi Bersih Harus Buka Peluang Kerja
-
RAGAM14/04/2026 13:30 WIBGerhana Matahari Total Terancam Hilang, Ini Penyebabnya
-
DUNIA14/04/2026 08:00 WIBTrump Ancam Tarik Pasukan AS dari NATO
-
JABODETABEK14/04/2026 06:30 WIBTragis! Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus di Kampung Rambutan
-
OASE14/04/2026 05:00 WIBAyat-Ayat Al-Qur’an Ini Bongkar Awal Kehidupan Manusia
-
EKBIS14/04/2026 09:30 WIBSelasa Pagi IHSG ‘Meledak’ di Level 7.598

















