DUNIA
Dukungan untuk Trump Anjlok, Partai Republik Mulai Gerah
AKTUALITAS.ID – Tingkat dukungan terhadap pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merosot tajam sejak awal masa jabatan keduanya. Survei terbaru The Associated Press–NORC Center for Public Affairs Research menunjukkan hanya 33 persen warga AS yang puas dengan cara Trump mengelola pemerintahan.
Angka ini anjlok dari 43 persen pada Maret lalu, dan penurunan paling besar justru datang dari kubu Partai Republik sendiri.
Dari hasil jajak pendapat yang digelar pada 6–10 November, hanya 68 persen pendukung Partai Republik yang masih mendukung Trump, turun dari 81 persen pada Maret. Sementara dukungan dari kalangan independen juga menyusut, dari 38 persen menjadi 25 persen.
Sebaliknya, penolakan dari Partai Demokrat makin menguat. Sebanyak 95 persen pendukung Demokrat menyatakan tidak puas terhadap cara Trump mengelola pemerintahan federal, naik dari 89 persen beberapa bulan lalu.
Secara keseluruhan, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Trump hanya 36 persen, tak banyak berubah dari 37 persen bulan sebelumnya.
Para analis menilai turunnya dukungan ini terkait dengan krisis anggaran dan penutupan pemerintahan (shutdown) yang memicu kekacauan. Gangguan pada lalu lintas udara, ribuan pegawai federal tanpa gaji, hingga terhambatnya bantuan pangan bagi masyarakat miskin menambah kekecewaan publik terhadap kepemimpinan Trump. (DIN)
-
RIAU13/08/2026 10:30 WIBSabu Diselipkan dalam Celana Jeans, Pria Asal Aceh Diciduk di Bandara
-
NASIONAL13/08/2026 07:00 WIBMK: Penghinaan Presiden-Wapres Hanya Bisa Diproses Jika Mereka Sendiri Melapor
-
NASIONAL13/08/2026 14:00 WIBSaid Iqbal: RUU Ketenagakerjaan Harus Transparan
-
POLITIK13/08/2026 13:00 WIBGolkar Usul Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah
-
DUNIA13/08/2026 08:00 WIBWashington Klaim Teheran Melemah Drastis
-
NASIONAL13/08/2026 10:00 WIBMK Putuskan Pasal KUHP Garuda Tak Berlaku
-
RIAU13/08/2026 16:00 WIBBikin Prabowo Terperanjat! Laporan Kapolda Riau Bangun 110 Jembatan Panen Pujian
-
DUNIA13/08/2026 15:00 WIBKorban Ebola di Kongo Tembus 2.000 Jiwa

















