DUNIA
Iran Tolak Mentah-Mentah Gencatan Senjata Sementara AS
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran menolak tawaran gencatan senjata sementara yang diajukan Washington.
Seorang pejabat senior Iran, seperti dikutip Reuters, menyatakan bahwa negaranya tidak akan membuka Selat Hormuz hanya sebagai imbalan dari kesepakatan damai sementara.
Menurutnya, pemerintah AS dinilai belum menunjukkan kesiapan untuk mencapai gencatan senjata permanen yang menjadi tuntutan utama Teheran.
Di sisi lain, Iran mengonfirmasi telah menerima proposal gencatan senjata dari Pakistan dan saat ini masih mempelajarinya. Namun, Teheran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan atau tenggat waktu dalam mengambil keputusan strategis.
Sebelumnya, Kantor Presiden Iran menyampaikan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali jika sebagian pendapatan dari lalu lintas pelayaran digunakan untuk mengganti kerugian akibat konflik.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mehdi Tabatabai yang juga melontarkan kritik keras terhadap Donald Trump, dengan menudingnya memperkeruh situasi kawasan.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak serangan gabungan yang dilaporkan melibatkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Konflik tersebut kemudian memicu serangan balasan Iran menggunakan drone dan rudal ke sejumlah target di kawasan.
Laporan Axios menyebutkan bahwa AS, Iran, dan mediator regional tengah membahas skema gencatan senjata selama 45 hari sebagai tahap awal menuju penyelesaian konflik.
Namun demikian, peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat dinilai masih rendah. Sumber yang sama menyebutkan bahwa isu strategis seperti pembukaan penuh Selat Hormuz dan kepemilikan uranium Iran hanya dapat diselesaikan dalam perjanjian final.
Meski begitu, Trump mengklaim bahwa negosiasi antara Washington dan Teheran berlangsung intens dan berpotensi mencapai kesepakatan dalam waktu cepat.
Situasi ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih menghadapi jalan terjal. Dengan Selat Hormuz sebagai salah satu titik krusial perdagangan energi global, setiap keputusan Iran berpotensi berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi dunia. (Mun)
-
POLITIK29/08/2026 10:00 WIBHaikal Hasan: Klarifikasi Budi Arie Tak Bisa Diterima
-
NASIONAL28/08/2026 17:00 WIBKabur ke Singapura, Bos Planet Batam Yuwanky Akhirnya Dicokok Bareskrim
-
JABODETABEK28/08/2026 20:00 WIBAsyik Ngopi di Gang, Siswa SMA Diseret dan Dihajar Kelompok Diduga Ormas
-
DUNIA29/08/2026 00:00 WIBRudal & Drone Iran Hancurkan Aset Intelijen AS
-
NASIONAL28/08/2026 19:00 WIBEks KRI Ki Hajar Dewantara Dijual, DPR Minta Negara Jangan Rugi
-
RIAU28/08/2026 22:00 WIBPolisi Tangkap Pria Pembakar Lahan Sawit Gara-Gara Rokok
-
NUSANTARA28/08/2026 23:00 WIBKebakaran Gunung Arjuno Meluas
-
DUNIA28/08/2026 18:00 WIBTragis! Kebakaran di Rumah Sakit Pakistan Tewaskan 14 Bayi Baru Lahir

















