DUNIA
Israel Disebut Akan Ganggu Gencatan Senjata Iran dan AS
AKTUALITAS.ID – Mantan Duta Besar Inggris untuk Suriah, Peter Ford, menilai Israel kemungkinan akan berupaya menggagalkan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah mantan Duta Besar Inggris untuk Suriah, Peter Ford, menyatakan bahwa Israel berpotensi mengganggu upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pernyataannya kepada media Rusia, Ford menilai Israel memiliki kepentingan strategis yang dapat membuatnya tidak sejalan dengan kesepakatan tersebut.
“Israel tentu akan mencoba menggagalkan upaya tersebut. Namun, mereka menghadapi tantangan baru, termasuk sikap Presiden AS Donald Trump yang dinilai tidak mudah dipengaruhi,” ujarnya.
Ford juga menyoroti bahwa Iran tidak dapat dengan mudah ditekan melalui kekuatan militer, berdasarkan pengalaman konflik sebelumnya.
Selain itu, situasi di Lebanon disebut menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan. Serangan yang terus terjadi terhadap target yang dikaitkan dengan Hizbullah berpotensi memperkeruh keadaan.
Menurut Ford, dinamika antara kekuatan Iran yang meningkat dan sikap keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dapat menciptakan ketidakseimbangan baru di kawasan.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Di tengah eskalasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, termasuk pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz.
Namun, situasi tetap kompleks karena serangan Israel ke wilayah Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut. Iran pun menilai hal tersebut sebagai pelanggaran terhadap semangat gencatan senjata.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa upaya perdamaian di Timur Tengah masih menghadapi tantangan besar, dengan berbagai kepentingan geopolitik yang saling beririsan dan berpotensi memicu konflik lanjutan. (Mun)
-
NASIONAL12/10/2026 10:00 WIBBGN: Anak Panti Asuhan Tetap Jadi Penerima MBG
-
POLITIK12/10/2026 09:00 WIBPemakzulan Gibran, Mardiono Ingatkan Konstitusi
-
POLITIK12/10/2026 16:00 WIBSurvei CELIOS: Rapor Prabowo-Gibran di Bawah Angka 5
-
POLITIK12/10/2026 11:00 WIBPKS Desak DPR Bergerak soal Putusan MK Terkait Gibran
-
EKBIS12/10/2026 09:30 WIBIHSG Buka Hijau, Tak Lama Kemudian Terpeleset
-
POLITIK12/10/2026 07:00 WIBHasyim Tantang Doli dan Arsul Soal Pasal PKPU yang Dipersoalkan
-
NASIONAL12/10/2026 09:00 WIBKasus Pengeroyokan Siswa di Pati Jadi Evaluasi Kemensos
-
NASIONAL12/10/2026 16:30 WIBHabib Syarief Desak Usut Tuntas Perusakan Bus Persib di Batang

















